Selasa, Oktober 15th, 2019

Gubernur Jawa Barat Resmikan “Tugu Santri” di Karawang

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Senin (26/11/18) malam menandatangani Prasasti “Tugu Santri” di Kabupaten Karawang.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, menandatangani prasasti Tugu Santri di Kabupaten Karawang

Peresmian Tugu Santri untuk kali pertama ini di gelar di Masjid Agung Syaikh Quro Karawang, yang terletak di komplek alun-alun kota Karawang.

Penandatanganan prasasti dihadiri Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, Wakil Bupati, H. Ahmad Zamakhsyari, Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Hasanuri Hidayatullah dan Imam Besar dari Washington DC, Amerika Serikat, Syaikh Muhammad Bhasyar Arafat.

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil mengatakan, dirinya merasa bangga bisa melaksanakan shalat di Masjid Agung Syaikh Quro Karawang yang memiliki nilai sejarah luar biasa bagi perkembangan dan kemajuan Islam di Jawa Barat. Ridwan Kamil juga menuturkan, pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat mendukung program-program santri dan kemakmuran masjid serta pondok pesantren.

Dijelaskan, Kabupaten Karawang merupakan Kabupaten pertama sekaligus pioner didirikannya tugu santri. Kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan membangun tugu santri di setiap Kabupaten dan Kota sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap santri yang menjadi elemen penting bagi hadirnya negara.

“Ada sekitar 40 juta warga muslim yang tinggal di Jawa Barat. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah muslim di Arab Saudi. Tentu, diharapkan agar masyarakat Jawa Barat ini bisa hidup lebih beradab dan memiliki toleransi, “kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Imam besar dari Washington DC Amerika Serikat asal Syiria, Syaikh Muhammad Bhasyar Arafat, mengapresiasi atas dibangunnya tugu santri di Karawang. Syaikh Muhammad Bhasyar Arafat mengaku banyak belajar tentang sejarah Islam di Indonesia, terutama mengenai penyebaran islam di pulau Jawa.

Di negara asalnya, yakni Syiria,  Syaikh Muhammad Bhasyar Arafat juga banyak belajar dan memahami peran penting Wali Songo dalam penyebaran islam di nusantara.

Sementara, Ketua DKM Masjid Agung Syaikh Quro Karawang, Drs. H. Acep Jamhuri menargetkan pembangunan Tugu Santri di Masjid Agung Karawang akan rampung pada 2019 mendatang.

“Sejarah penyebaran islam di pulau Jawa serta awal mula berdirinya pondok pesantren itu adalah di Masjid Agung Karawang yang dibangun oleh Syaikh Quro sendiri, “tutur Acep Jamhuri.

Diketahui, Syaikh Quro yang bernama asli Syaikh Hasanudin bin Yusuf Sidik merupakan penyebar agama Islam sekaligus pendiri Masjid Agung Karawang.

Dikatakan, Masjid Agung Karawang merupakan masjid yang paling tertua yang ada di pulau Jawa. Berdasarkan catatan sejarah, kata Acep, Masjid Agung Karawang didirikan pada 1418 Masehi oleh Syaikh Hasunudin Bin Yusuf Sidik atau yang lebih masyhur dikenal dengan sebutan Syaikh Quro.

“Masjid Agung Karawang ini lebih tua dibandingkan dengan Masjid Agung Cirebon (didirikan pada 1475 M) ataupun Masjid Agung Demak (didirikan pada 1479 M), ”jelasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Ridwan Kamil Kunjungi Korban Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan

Oleh: Syamsul Arifin LAMPUNG SELATAN, TINTABIRU.COM – Gelombang tsunami di selat sunda yang menerjang pesisir …