Minggu, Desember 16th, 2018

Indonesia Dalam Lingkaran Peta Negara Yang Ikut Membentuk “Tentara Islam” Gagasan Erdogan

ANKARA, TINTABIRU.COM – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melontarkan ide  untuk membentuk sebuah pasukan gabungan yang terdiri dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) termasuk di dalamnya Indonesia. Erdogan menyebut pasukan gabungan ini istilah “Tentara Islam”. Jika terbentuk, pasukan gabungan ini diserukan Erdogan untuk menyerang negara Israel dari semua sisi dan arah.

Indonesia masuk peta sebagai bagian dari “Tentara Islam” yang digagas Presiden Turki, Recep Thayyip Erdogan

Gagasan Erdogan ini pertama kali diterbitkan dalam sebuah artikel dari surat kabar bernama “Yeni Safak” sebuah media yang pro dengan  pemerintah Turki.

Artikel tersebut sejatinya sudah terbit bulan lalu, namun baru menjadi sorotan dunia barat beberapa hari ini.

Ide pembentukan “Tentara Islam” ini tak lepas dari krisis Yerusalem, di mana Israel dinyatakan oleh negara-negara Muslim sebagai pihak yang menduduki Yerusalem. Puncak krisis Yerusalem terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Padahal, rakyat Palestina sudah lama mendambakan wilayah timur Yerusalem sebagai ibu kota masa depan negara mereka.

“İsrail’e karşı ‘İslam Ordusu’ kurulsa…” bunyi judul artikel itu bermakna “Jika ‘Tentara Islam’ didirikan melawan Israel …”.

Disebutkan dalam artikel itu, bahwa 57 negara anggota (OKI) diserukan untuk membentuk pasukan gabungan. Tujuannya adalah untuk secara bersama-sama menyerang Israel dari semua sisi dan arah.

“Jika secara militer negara-negara anggota OKI bisa bersatu, maka akan terbentuk tentara terbesar dan terlengkap di dunia, “bunyi salah satu kutipan dalam artikel tersebut.

Sejauh ini OKI belum mengeluarkan komentar atas laporan media Turki tersebut. Seperti diketahui, Indonesia adalah salah satu anggota negara OKI yang terkenal aktif dalam mewujudkan perdamaian.

“Jumlah prajurit militer yang aktif setidaknya akan mencapai 5.206.100 pasukan, sementara anggaran pertahanan akan mencapai sekitar USD175 miliar, “lanjut artikel surat kabar Yeni Safak itu yang dikutip pada Senin (26/3/2018).

Gagasan pembentukan tentara gabungan  itu disertai dengan peta interaktif tentang formasi pasukan militer untuk serangan “tentara Islam” secara bersama-sama ke Israel.

Artikel itu memberikan rincian tambahan dari rencana tersebut, dengan menyatakan; “Diharapkan 250.000 tentara akan berpartisipasi dalam operasi pertama yang memungkinkan.”

“Basis darat, udara dan laut dari negara-negara anggota yang terletak di wilayah paling kritis akan digunakan, “kata artikel tersebut.

“Pangkalan gabungan akan dibangun dalam waktu singkat. Ini mungkin untuk 500 tank dan kendaraan lapis baja, 100 pesawat dan 500 helikopter tempur dan 50 kapal untuk dimobilisasi dengan cepat, “tambahnya.

Ke-57 negara anggota OKI yang diserukan untuk membentuk “Tentara Islam” antara lain; Afghanistan, Albania, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Uni Emirat Arab (UEA), Brunei Darussalam, Burkina-Faso, Aljazair, Djibouti, Chad, Indonesia, Maroko, Pantai Gading, Palestina, Gabon, Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana, Irak, Iran, Kamerun, Qatar, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Komoro, Kuwait, Libya, Lebanon, Maladewa, Malaysia, Mali, Mesir, Mauritania, Mozambik, Nigeria, Uzbekistan, Pakistan, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, Arab Saudi, Tajikistan, Togo, Tunisia, Turki, Turkmenistan, Uganda, Oman, Yordania, dan Yaman.

Artikel yang dimuat surat kabar Yeni Safak juga memuat perbandingan kekuatan antara “Tentara Islam” dengan tentara Israel.

Dalam sebuah infografis disebutkan, jika negara-negara OKI mampu membentuk “Tentara Islam” maka akan memiliki total penduduk 1.674.526.931 jiwa dan akan memiliki tentara gabungan sebanyak 5.206.100 pasukan militer.

Sebaliknya, negara Israel hanya memiliki populasi penduduk sebanyak 8.049.314 jiwa dengan kekuatan 160.000 tentara.

Selain itu, dari sisi anggaran pertahanan pun akan diulas. Bila negara-negara OKI bisa membentuk “Tentara Islam” maka akan mampu mengumpulkan anggaran pertahanan sebanyak USD 174.728.420. Sementara, anggaran pertahanan Israel hanya ditaksir sekitar USD 15.600.000.

Tak hanya itu, dalam artikel tersebut juga ditulis, OKI akan memiliki kekuatan senjata nuklir. Hal itu merujuk pada senjata nuklir yang dimiliki Pakistan, sebagai salah satu anggotanya. Israel sendiri sejatinya memiliki senjata nuklir namun negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama yahudi itu tidak pernah bersedia untuk mempublikasikan senjata nuklir yang dimiliknya. (hsn)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Partai Gerindra Ajak Masyarakat Rebut Kekuasaan

Oleh: Hasan Basri KARAWANG, TINTABIRU.COM – Ribuan massa dari pengurus dan simpatisan partai Gerindra Kabupaten …