Selasa, Oktober 22nd, 2019

Cellica Rombak Kabinetnya, “Pejabat Tak Becus Bersiap Masuk Kotak, Mutasi Bisa Dilakukan Kapan Saja”

Oleh: Lita Agustin

KARAWANG – Perombakan besar-besaran di struktural organisasi Pemkab Karawang, terlaksana sudah, Sabtu (31/12/2016). Ribuan PNS mulai dari eselon dan pangkat terendah sampai tertinggi, kini sudah menempati pos-pos barunya. Sebagai orang nomor satu di Pemkab Karawang, Cellica Nurrachadiana, langsung memimpin upacara pengukuhan pejabat tersebut.

Cellica memang cerdas, dalam pengukuhan pejabat di pos-pos barunya itu, dia tidak secara terbuka mengumumkan nama-nama pejabat untuk pos barunya tersebut. Dalam hal ini, dia hanya memaparkan soal proses penempatannya sekaligus mekanisme dalam mendapatkan kursi di pos-pos tersebut.

“Saya berharap, semua pejabat yang sudah menempati pos baru bisa bekerja maksimal, menjungjung tinggi profesionalisme, loyalitas dan bertanggungjawab. Ini formasi terbaik. Namun demikian, formasi ini bisa kapan saja saja rombak lagi. Dalam artian, mutasi dan rotasi tidak melulu dilakukan perperiodik, tapi bisa kapan saja,” ujar Cellica, dalam sambutannya, di Plasa Pemkab Karawang.

Maksud kata loyalitas disini, digaris bawahi Cellica, bukan kepada pimpinan atau dirinya selaku pimpinan tertinggi di Pemkab Karawang. Melainkan loyal terhadap pekerjaan dan jabatannya. “Saya contohkan, Kabid PJU, yang bersangkutan harus mengaktifkan ponselnya 24 jam. Jika sewaktu-waktu dan di daerah pelosok ada lampu penerangan jalan umum tidak menyala, yang bersangkutan harus siap untuk meluncur ke lokasi dimaksud. Dia pun harus berusaha bekerja maksimal, untuk kemajuan Karawang,” tandasnya.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, tambah dia, dirinya tak akan segan untuk melakukan mutasi terhadap pejabat bersangkutan. “Kapan saja, jika pejabat terkait tak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, bisa saya mutasikan. Saya menginginkan struktur organisasi yang berbasis kinerja, bersih dari KKN dan segala jenis permainan. Dalam hal ini, kita mengemban amanah rakyat,” katanya.

Untuk proses mutasi dan rotasi kali ini, Cellica kembali menegaskan kalau dirinya melakukannya secara fair tanpa ada embel-embel lain, terlebih adanya jual beli jabatan, alias “wani piro”. Dia juga mengaku kalau dalam menentukan pejabat untuk pos-pos baru itu dilakukan secara independen, tidak ada paksaaan apalagi intervensi dari pihak manapun.

“Dalam hal ini saya tak bisa diintervensi oleh siapapun. Terlebih jual beli jabatan. Mutasi ini saya gelar sesuai dengan aturan Menpan RB tentang promosi, rotasi dan mutasi. Jika pejabat yang sekarang telah menempati jabatan dan pos baru, kemudian nanti ditemukan adanya indikasi permainan uang, maka pejabat tersebut akan saya tindak secara tegas,” katanya, seraya menambahkan, dirinya tak menampik adanya beberapa pejabat yang mendatangi ke tempat kediamannya untuk memperoleh pos “basah”, namun diabaikannya. (***)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Panwascam Cikampek Pertanyakan Keberadaan Mobil Plat Merah di Acara “Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat”

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cikampek, Sabtu (31/3/18) pagi …