Minggu, Oktober 21st, 2018

10 Tahun Bekerja di Arab Saudi TKW Asal Karawang Tidak Bisa Pulang Ke Kampung Halaman

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Sepuluh tahun bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Arab Saudi, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Karawang dikabarkan  tidak bisa pulang ke tanah air.

Dedi Suparman memperlihatkan photo isterinya yang 10 tahun bekerja di Arab Saudi dan tidak bisa pulang ke kampung halaman

TKW bernama Maryati (33) asal Dusun Bendasari II, RT 12 RW 05 Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang itu tidak diperbolehkan pulang ke tanah air oleh majikannya tanpa alasan yang jelas.

“Pada awal-awal keberangkatannya ke negeri petro dollar tersebut, komunikasi kami dengan isteri berjalan cukup lancar meski hanya via telepon. Namun beberapa tahun berikutnya kami tidak bisa berkomunikasi lagi dan kami tidak tahu apa yang terjadi dengan isteri saya, “kata Dedi Suparman (36), suami dari Maryati.

Perempuan asal Kabupaten Karawang yang lahir pada 1985 itu diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah keluarga yang tinggal di kota Ryadh Arab Saudi dan diberangkatkan oleh PT Bajri Mandiri  sebuah perusahaan PJTKI atas jasa dari seorang sponsor asal Karawang Timur bernama Carwi.

“Ketika isteri saya berangkat menjadi TKW ke Arab Saudi pada 2008 silam, usia anak saya saat itu baru 3 tahun dan saat ini usia anak saya telah menginjak 13 tahun, “tambahnya.

Dijelaskan dia, beberapa tahun terakhir dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan isterinya (Maryati) karena nomor kontak milik isterinya yang biasa dia hubungi sudah tidak aktif.

“Isteri saya memang sempat berkirim kabar kepada keluarga di kampung, namun setelah itu hilang kontak. Nomor kontak yang biasanya bisa dihubungi kini sudah tidak aktif lagi. Sejak saat itu kami tidak bisa berkomunikasi, “tuturnya.

Dikatakan, hilangnya komunikasi antara Dedi Suparman dengan isterinya (Maryati) itu terjadi sejak satu tahun lalu.

“Saya mengkhawatirkan keadaan isteri saya dan saya tidak tahu gerangan apa yang menimpa isteri saya di sana, “katanya dengan nada sedih.

Dedi menuturkan, sebelum hilang kontak, istrinya selalu mengirimkan uang kepadanya setiap 5 bulan sekali. Namu sejak beberapa tahun terakhir isterinya tidak lagi mengirimkan uang dengan alasan belum mendapatkan gaji dari majikannya.

“Kami berharap Pemerintah Indonesia bisa memulangkan istri saya ke tanah air dalam kondisi sehat dan selamat. Anak kami sudah besar, dia selalu rindu kepada ibunya, “harapnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin