Kamis, Desember 13th, 2018

Kisah Sukses Pembudidaya Ikan Mas di Pabuaran Subang, Dari Umroh ke Tanah Suci Hingga Mampu Sekolahkan Puteranya Sampai Sarjana

Oleh: Sandy Zaenudin

SUBANG, TINTABIRU.COM – Seorang pembudidaya ikan mas asal Kampung Sukasari, RT 06 RW 02, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang  sukses menjalankan usahanya di bidang budidaya ikan mas hingga mampu menyekolahkan puteranya sampai sarjana.

Budidaya ikan mas yang digeluti Ono mampu hasilkan omset milyaran rupiah

Warga bernama Ono (59) ini awalnya hanya mencoba-coba karena budidaya ikan bukanlah pilihan profesi baginya. Sebelum ia menggeluti budidaya ikan mas, Ono sempat menjadi buruh pabrik disebuah perusahaan swasta di wilayah Tanggerang.

Karena selama 20 tahun bekerja di perusahaan tersebut perekonomiannya tak kunjung membaik, Ono pun kemudian memutar otaknya. Ono kemudian memberanikan diri untuk resign dari tempatnya bekerja dan memilih pulang kampung untuk mencoba menjadi pembudidaya ikan.

Pemberian pakan ikan mas dilakukan pada waktu tertentu

Dengan modal seadanya hasil dari selama ia menjadi buruh pabrik, Ono kemudian mencoba memanfaatkan empang milik orang tuanya.

Pekerjaan baru sebagai pembudidaya ikan yang digelutinya itu sering mengalami jatuh bangun. Namun hal itu tak membuatnya kapok atau frustasi.

“Saya merasa bahwa ini adalah tantangan bagi saya untuk terus giat dalam bekerja. Alhamdulillah, setelah enam tahun kemudian usaha budidaya ikan mas yang saya geluti akhirnya menemui keberhasilan sehingga saya bisa membeli tujuh kolam ikan secara bertahap hasil dari penjualan ikan mas, “ungkap Ono mengisahkan lika-liku usaha yang digelutinya.

Usaha budidaya ikan mas yang digeluti ono terus menuai keberuntungan. Hingga saat ini ia telah berhasil memiliki 20 empang, masing-masing 8 empang milik pribadi, 8 empang hasil gadai dari warga dan 4 empang sewa.

Tak hanya itu,  dari hasil usaha yang dikumpulkannya,  Ono telah mampu melaksanakan ibadah umroh dan menyekolahkan puteranya hingga sarjana.

“Alhamdulliah, dari hasil budidaya ikan mas ini saya mampu mempekerjakan sekitar 20 tenaga dengan upah masing-masing mereka sekitar Rp2 juta perbulannya, “tambahnya.

Dijelaskan,  ikan mas hasil budidayanya itu dijual kepada tengkulak asal Bandung dan Sukabumi dengan harga Rp30 ribu perkilogramya.

“Ikan mas ini bisa dipanen selama 40 hari dengan sekali panen mencapai 1,5 ton atau sekitar Rp45 juta dengan estimasi persatu kolam ikan mas. Dalam sebulan saya bisa mengumpulkan uang hingga Rp1,1 milyar dari 25 kolam ikan mas yang ada dengan asumsi belum dipotong biaya pakan, “jelasnya.

Salah seorang buruh empang,  Dedi (33) mengatakan, usaha budidaya ikan mas memang sangat menguntungkan. Selain mudah merawatnya ikan mas juga sangat bandel dari serangan penyakit sehingga ikan mas berkembang dengan cepat dan tumbuh dengan subur.

“Dalam sebulan, ikan mas yang awalnya sebesar sapu lidi saat ditanam di empang akan menjadi ikan mas benih dan sudah bisa dipanen, “kata Dedi

Menurut Dedi, menjadi buruh budidaya ikan tidak terlalu menguras tenaga baginya karena memberi pakan kepada ikan hanya dilakukan pada waktu tertentu.

“Alhamdulillah, hasil dari pekerjaan menjadi buruh budidaya ikan mas mampu untuk menafkahi keluarga dan saya bisa menyekolahkan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, “ungkap Dedi. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin