Terkait Dugaan Penggelapan Uang Debitur, Begini Penjelasan Pihak Koperasi PT Chang Shin Indonesia

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Koperasi PT Chang Shin Indonesia (Koperasi CSI) menjelaskan kronologis mengenai dugaan adanya penggelapan uang debitur yang beredar di media massa.

Logo Koperasi CSI

Ketua koperasi PT Chang Shin Indonesia, Mumuh Muhammad Mursid (40) menyatakan, Koperasi yang dikelolanya hanya sebatas fasilitator antara calon debitur (peminjam) dengan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi. Sehingga menurutnya, MoU yang terjadi langsung dilakukan oleh debitur dengan pihak bank.

“Sejak Januari 2018, semua pembayaran pinjaman yang dilakukan debitur langsung dengan pihak Bank Kesejahteraan Ekonomi dan tidak lagi melibatkan pihak koperasi, “kata Mumuh Muhammad Mursyid.

Dikatakan dia, koperasi CSI hanya memberikan pinjaman kepada para pekerja PT Chang Shin Indonesia dengan nominal Rp3 juta ke bawah.

“Kalau pinjaman Rp3 juta ke bawah maka pinjaman itu menggunakan uang milik koperasi, namun jika pinjaman dengan nominal Rp3 juta keatas, maka pinjaman itu kami limpahkan kepada pihak Bank. Dan pinjaman ke bank itu tidak hanya bekerjasama dengan Bank Kesejahteraan Ekonomi saja, melainkan ada beberapa bank yang telah menjadi rekanan kami seperti Bank Mandiri dan beberapa bank lainnya, “ujar Mumuh.

Manager koperasi CSI, Zaenal (49), menegaskan kembali jika masalah yang dihadapi SN (salah seorang debitur) yang mengaku telah melunasi pinjamannya namun masih terus ditagih kolektor dari PT Bank Kesejahteraan Ekonomi hanya merupakan miss komunikasi antara koperasi yang dikelolanya dengan pihak Bank Kesejahteraan Ekonomi.

“Kami tegaskan kembali bahwa, kejadian yang menimpa SN hanyalah kesalah fahaman antara pihak koperasi yang kami kelola dengan pihak PT Bank Kesejahteraan Ekonomi. Sebetulnya SN tidak mengalami kerugian secara material disini. Karena sejak SN telah melunasi pinjamannya pada Juli 2017 silam, SN tidak lagi mengalami pemotongan gaji secara otomatis yang diterimanya melalui Bank Mandiri. Padahal, jika benar SN belum melunasi pinjamannya, maka gajinya akan dipotong untuk pelunasan pinjamannya setiap bulan secara otomatis, “kata Zaenal.

Zaenal menjelaskan, kejadian yang menimpa SN sebetulnya hanya pada collectability saja, yakni nama SN telah di black list oleh sejumlah bank ketika SN akan kembali mengajukan pinjaman.

“Ini hanya kol saja, yakni nama SN telah diblack list oleh sejumlah bank. Padahal kalau SN mengadukan masalah tersebut kepada kami, maka kami akan langsung berkoordinasi dengan pihak bank supaya namanya kembali dibuka, “tambah Zaenal.

Zaenal juga memastikan akan segera menyerahkan surat pelunasan pembayaran dari PT Bank Kesejahteraan Ekonomi kepada SN dalam waktu 14 hari kerja terhitung sejak senin (2/7/18) kemarin.

Sementara, salah seorang anggota sekaligus tim koperasi CSI, Ahmad Fasha (46) meminta kepada para debitur yang telah melunasi pinjamannya namun masih tetap ditagih oleh orang yang mengaku sebagai kolektror dari Bank Kesejahteraan Ekonomi untuk memphoto orang yang mengaku kolektor tersebut.

“Kalau ada orang yang mengaku kolektor dari Bank Kesejahteraan Ekonomi datang ke rumah debitur, padahal debitur tersebut telah melunasi pinjamannya, maka saya tekankan agar para debitur mengambil gambar orang yang mengaku kolektor tersebut dan memperlihatkan photonya kepada pihak koperasi. Karena hal ini telah kami komunikasikan dengan pihak management PT Bank Kesejahteraan Ekonomi. Karena kami khawatir ada oknum yang mengaku-ngaku sebagai kolektor dari BKE,  “tegas Ahmad Fasha. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: