Selasa, September 25th, 2018

Ulama dan Masyarakat Kota Bekasi Tolak Politisasi Masjid dan Faham Radikalisme

Oleh: Hasan Basri

BEKASI, TINTABIRU.COM – Sebagai tempat suci sekaligus tempat beribadah umat islam, Ulama dan masyarakat Kota Bekasi menolak Masjid digunakan untuk kegiatan politik dan menyebarkan faham radikal.

Ulama dan Masyarakat Kota Bekasi menolak Masjid digunakan sebagai tempat kegiatan politik dan penyebaran faham islam radikal

Penolakan akan hal itu dinyatakan dalam acara silaturahmi dan halal bihalal yang diikuti ratusan Ulama, masyarakat dan Ta’mir Masjid se Kota Bekasi yang digelar di Masjid Al-Furqan Taman Galaxi,  Jalan Pulo Sirih Tengah XII,  Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Minggu (1/7/18) kemarin.

Ketua panitia penyelenggara, H. Marullah Sarbini S.Ag menyatakan, kegiatan yang digelar bersama dengan ratusan ulama dan masyarakat Kota Bekasi itu bertujuan untuk menguatkan aqidah sekaligus menguatkan tali silaturahmi sesama umat Muslim.

Ratusan masyarakat dan Ulama se Kota Bekasi deklarasai “Tolak Politisasi Masjid dan Penyebaran Faham Radikalisme”

“Jika masjid digunakan untuk kegiatan politik yang dibarengi dengan penyebaran faham radikal maka hal ini sangat berpotensi memecah belah umat, “kata Marullah Sarbini.

Sementara, perwakilan Yayasan Masjid Al-Furqan,  H. Ahmad Shodiq menungkapkan, pihaknya sangat antusias dengan dideklarasikannya agenda penguatan ukhuwwah islamiyyah tersebut.

Seksi Dakwah dan Ubudiyah DKM Islamic Center Bekasi, H. Momon Zainal Arifin, dalam ceramahnya menjelaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah zona aman dibandingkan dengan negara-negara yang berada sekitar di jazirah arab seperti Suriah, Palestina serta negara-negara konflik lainnya yang ada didunia. Sehingga kata Momon Zainal Arifin, masyarakat Indonesia harus bersyukur kepada Allah SWT dengan situasi aman tersebut.

“Kita harus menjaga kesucian masjid dengan tidak menggunakannya sebagai tempat berpolitik dan kita pun harus berani menolak faham radikal yang dikumandangkan oleh kelompok yang menginginkan instabilitas keamanan negara yang akan berakibat terjadinya perpecahan. Jika akan berkampanye politik jangan dimesjid, silahkan kampanye ditempat yang telah ditentukan oleh pemerintah, “tandas Momon Zainal Arifin.

Ditambahkan Momon Zainal Arifin, salah satu hal yang menyebabkan tercorengnya nama besar bangsa Indonesia adalah terjadinya bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya saat menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H.

“Syurga hanya disediakan bagi orang yang beriman dan bertaqwa saja. Oleh karena itu, salah satu indikator ketaqwaan seseorang adalah berahlak mulia, dan mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik ahlaknya, “jelasnya.

Momon Zainal Arifin memaparkan bahwa agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi perdamaian.

“Seluruh manusia di muka bumi ini bersaudara, “ucapnya.

Momon  Zainal Arifin mengatakan, salah satu ayat di dalam Al-Qur’an ada yang menjelaskan “ Dari ummatku di hari kiamat akan ada yang bangkrut amal ibadahnya yakni yang di dalam hidupnya pernah menyakiti orang lain dan pernah menumpahkan darah orang lain, “kata Momon Zainal Arifin menyitir salah satu ayat dari Al-Qur’an.

Di akhir ceramahnya, Momon Zainal Arifin mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila sangat menjaga prinsip-prinsip heterogenitas agama dan kepercayaan. Oleh karena itu, kata dia, masyarakat Indonesia tidak bisa dipaksa untuk mengikuti keinginan salah satu kelompok dalam kepercayaan yang dianutnya.

Momon Zainal Arifin menandaskan, jika masyarakat Indonesia teguh beriman kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi. (*)

 

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Aking Saputra, Si Penghina Nabi dan Ulama Resmi Dipolisikan

Oleh: Hasan Basri KARAWANG – Sejumlah Pimpinan LSM, Ormas, Serikat Buruh dan Paguyuban yang tergabung …