Koperasi Karyawan PT Chang Shin Indonesia Diduga Gelapkan Uang Pembayaran Debitur

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Sebuah koperasi yang berkantor di Desa Gintungkerta Kecamatan Klari Kabupaten Karawang yang bekerjasama dengan PT Chang Shin Indonesia diduga menggelapkan uang pembayaran beberapa orang debiturnya.

SN mendatangi koperasi PT Chang Shin Indonesia

Salah seorang korban (SN) yang merupakan pekerja di PT Chang Shin Indonesia merasa ditipu pihak managemen koperasi akibat uang pelunasan pembayaran pinjamannya sebesar Rp17 juta tidak disetorkan pihak koperasi kepada PT Bank Kesejahteraan Ekonomi.

“Pada Juli 2017 silam, saya melunasi pinjaman ke koperasi sebesar Rp17 juta dengan disertai bukti pelunasan pinjaman dari koperasi tersebut. Namun yang membuat saya heran, pada Juli 2018 atau satu tahun setelahnya, seorang collector yang mengaku berasal dari PT Bank Kesejahteraan Ekonomi yang berkantor di Bintaro Jakarta mendatangi rumah saya dan menagih sisa hutang saya Rp17 juta yang katanya tidak disetorkan pihak koperasi kepada PT Bank Kesejahteraan Ekonomi, “kata SN saat berbincang dengan tintabiru.com, Jum’at (29/6/18) siang.

BERITA TERKAIT BACA JUGA: Terkait Dugaan Penggelapan Uang Debitur, Begini Penjelasan Pihak Koperasi PT Chang Shin Indonesia

SN mengaku baru mengetahui jika uang yang dipinjamkan koperasi kepada para pekerja PT Chang Shin Indonesia ternyata adalah uang milik PT Bank Kesejahteraan Ekonomi. Parahnya lagi, beberapa pekerja yang meminjam uang kepada koperasi tersebut juga mengalami hal yang sama, yakni setelah melakukan pelunasan kepada pihak koperasi ternyata masih terus ditagih oleh pegawai PT Bank Kesejahteraan Ekonomi.

“Pegawai dari PT Bank Kesejahteraan Ekonomi telah dua kali mendatangi rumah saya dan terus menagih sisa hutang saya yang katanya masih belum dilunasi oleh pihak koperasi. Hal itu diperkuat dengan di black listnya nama saya di sejumlah bank konvensional, “tegas SN.

SN kemudian mendatangi koperasi tempat dirinya meminjam uang, namun jawaban yang didapatkan dari pengelola koperasi tersebut sangat tidak memuaskan dirinya.

“Jawaban dari beberapa pengelola koperasi itu sepertinya tidak masuk akal. Mereka beralasan bahwa ada miss komunikasi antara pihak koperasi dengan pihak PT Bank Kesejateraan Ekonomi, “tambahnya.

Saat tintabiru.com ikut mendampingi SN mendatangi koperasi tersebut, para pengelola koperasi tetap menyatakan bahwa ada miss komunikasi antara pihaknya dengan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi.

“Ada miss komunikasi yang terjadi antara pihak kami dengan pihak PT Bank Kesejahteraan Ekonomi. Kami akan segera meminta bukti pelunasan pembayaran atas nama SN kepada Bank Kesejahteraan Ekonomi paling lambat hari Senin (2/7/18) besok, “kata Zaenal, Manager koperasi tersebut.

Merasa uang pelunasan pembayarannya telah digelapkan oleh pihak koperasi, SN mengaku akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: