Rabu, Desember 19th, 2018

Tercecernya Ratusan Ribu e-KTP di Bogor Sisakan Tanda Tanya Besar

Oleh: Hasan Basri

BOGOR, TINTABIRU.COM – Peristiwa tercecernya ratusan ribu e-KTP di jalanan di Kabupaten Bogor menyisakan banyak tanda tanya di masyarakat, meski ratusan ribu e-KTP yang tercecer di depan traffic light pertigaan Salabenda Desa Parakansalak Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Sabtu (26/5/18) sekira pukul 13:15 WIB itu telah diangkut kembali oleh truk yang membawanya.

Ratusan ribu e-KTP yang tercecer di jalanan Kabupaten Bogor pada Sabtu (26/5/18) siang

Dalam keterangan persnya yang digelar pada Minggu (27/5/18), Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan ratusan ribu e-KTP yang tercecer itu adalah e-KTP rusak karena e-KTP itu sedang dibawa oleh truk yang mengangkutnya dari gudang sementera di Pasar Minggu Jakarta Selatan menuju Gudang Kemendagri yang ada di Semplak, Bogor, Jawa Barat.

Zudan Arif Fakrulloh menambahkan, e-KTP yang rusak itu berjumlah satu dus dan seperempat karung. Meski demikian Zudan tak secara detail menyebutkan berapa keping jumlah e-KTP yang rusak tersebut.

“Jumlah kepingnya tidak dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya, “katanya.

BERITA TERKAIT BACA JUGA: Ratusan Ribu e-KTP Milik Warga Sumatera Selatan Tercecer di Jalan Raya di Kabupaten Bogor

Hal senada dikatakan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Tjahjo menyatakan hanya ada dua kardus saja jumlah e-KTP yang tercecer di jalanan Kabupaten Bogor tersebut.

“Yang tercecer hanya ada dua kardus mi instan saja, “ujar Tjahjo.

Kendati pihak Kementerian Dalam Negeri telah menegaskan bahwa e-KTP yang tercecer di jalanan Kabupaten Bogor itu adalah e-KTP yang rusak atau invalid, namun beberapa anggota parlemen di Senayan tidak langsung percaya begitu saja sebelum digelarnya penyelidikan secara menyeluruh dilakukan pihak terkait.

Adalah Al Muzzammil Yusuf, salah seorang anggota Komisi II DPR RI dari PKS, meminta pihak terkait untuk mengusut secara tuntas peristiwa tercecernya ratusan ribu e-KTP di jalanan Kabupaten Bogor tersebut untuk menghindari adanya mafia pemalsuan dokumen.

“Pihak terkait dengan diawasi oleh DPR RI harus mampu melakukan penyelidikkan apakah ratusan ribu e-KTP yang tercecer itu adalah e-KTP Palsu atau KTP rusak?, “kata Al Muzzammil seperti dilansir dari detik.com.

Mengapa Dibawa Truk?

Pertanyaan diatas dikemukakan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo. Menurut Tjahjo, seharusnya pengangkutan e-KTP menggunakan mobil yang lebih aman, sehingga potensi tumpah terhadap muatan di perjalanan bisa diminimalisir.

“Yang saya tanyakan, angkutnya apa tidak ada mobil tertutup? “ujar Tjahjo.

Dikatakan dia, pihak Kemendagri langsung mengirimkan tim dari Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan tim hukum Kemendagri untuk menyelidiki peristiwa tersebut. Sehingga, kata dia, dari penyelidikkan yang dilakukan diharapkan akan bisa diketahui bagaimana sesungguhnya barang tersebut diangkut, termasuk pemilihan alat transportasinya.

Mengapa e-KTP rusak tidak langsung dihancurkan?

Pihak Kemendagri menyatakan keping-keping e-KTP yang dibawa truk dan tumpah di jalanan Kabupaten Bogor itu adalah e-KTP yang rusak. Pertanyaannya, kenapa e-KTP rusak tidak langsung dihancurkan?

“Walau itu e-KTP rusak atau invalid, kenapa tidak dihancurkan langsung?, “tanya Tjahjo.

Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, juga mempertanyakan hal yang sama mengenai tercecernya ratusan ribu e-KTP yang terjadi pada Sabtu (26/5/18) siang kemarin.

Politisi PKS ini menilai peristiwa tercecernya ratusan ribu e-KTP itu sebagai bentuk keteledoran pemerintah. Menurutnya, jika e-KTP yang dibawa truk terbuka itu rusak, maka seharusnya pemerintah segera memusnahkannya bukannya dibawa dengan perjalanan yang cukup jauh.

“Jika e-KTP itu rusak musnahkan saja semuanya dan segera audit, bukan dimusnahkan setelah ramai, “kata Mardani via akun Twitternya, Minggu (27/5/2018).

Kenapa e-KTP Sumatera Selatan dibawa ke Jawa Barat?

Mardani Ali Sera juga mempertanyakan e-KTP yang tercecer dan diketahui warga Kabupaten Bogor itu ada keterangan tempat “Sumatera Selatan”.

“e-KTP itu milik warga Sumatera Selatan, tapi bagaimana bisa ada di Jawa Barat? Ini perlu diaudit!! Bukankah kalau ada kesalahan mestinya dihancurkan di tempat? Untuk apa e-KTP rusak dikumpulkan?, “ungkap Mardani.

Mardani mendorong untuk dilakukan audit terhadap e-KTP yang tercecer tersebut. Audit yang dilakukan menurutnya harus dilakukan secara transparan dan terfokus.

“Bila tak ada keseriusan dalam menyelesaikan masalah e-KTP ini, maka Kemendagri akan dinilai gagal oleh masyarakat, “jelasnya.

Pertanyaan senada dilontarkan oleh Anggota Komisi II DPR RI dari PPP, Achmad Baidowi (Awiek).

“Alamat e-KTP yang ada di Sumsel kenapa bisa nyasar dan numpuk di Bogor? Kalau alasannya dicetak, bukankah e-KTP bisa dicetak di Sumsel?, “tutur Awiek.

Kapan audit akan selesai dan diumumkan?

Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan telah mengirimkan jajarannya yang terdiri dari Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan tim hukum dari Kementerian Dalam Negeri.

“Sekarang tim Sekjen, Irjen, dan tim hukum sedang meneliti apakah ada unsur kelalaian, keteledoran atau sabotase, “pungkas Tjahjo.

Kemendagri juga belum menyatakan konsekuensi apa yang akan diterapkan jika peristiwa tercecernya ratusan ribu e-KTP di jalanan Kabupaten Bogor yang terjadi pada Sabtu (26/5/18) siang itu merupakan kelalaian. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin