Rabu, Agustus 22nd, 2018

Laskar Merah Putih Karawang Akan Laporkan Kasus Keracunan Gas PT Pindo Deli 2 Ke Kementrian Lingkungan Hidup

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Ketua LBH Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Karawang,  Wahyu Anggara SH, menegaskan pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait kebocoran gas caustic soda milik PT Pindodeli 2 yang mengakibatkan 16 warga Dusun Cigempol Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel mengalami keracunan massal.

Ketua LBH Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Karawang, Wahyu Anggara SH

Akibat kebocoran gas caustic soda milik pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara tersebut sejumlah warga Desa Kutamekar terpaksa harus dirawat secara intensif di rumah sakit Rosella.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang harus segera melakukan tindakan tegas terkait masalah ini. Kami juga akan mendesak Pemda Karawang untuk mengkaji ulang perijinan yang dimiliki PT Pindo Deli 2, “kata Wahyu Anggara.

Dikatakan dia, ormas Laskar Merah Putih Macab Karawang meminta Pemda setempat agar secepatnya menyediakan lingkungan hidup yang nyaman bagi warga Desa Kutamekar.

Laskar Merah Putih Macab Karawang akan segera mengirimkan surat ke pihak Kementrian LH

“Kami pikir alangkah bijaknya jika Pemerintah Daerah segera mengambil ruang dalam menyelenggarakan lingkungan hidup yang baik bagi masyarakat Ciampel, ”paparnya.

Wahyu menjelaskan, dalam pasal 65 UU No. 32 Tahun 2009, Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa, setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kebocoran gas caustic soda milik PT Pindo Deli 2 yang terletak di kawasan industri Suryacipta bukanlah kali pertama yang terjadi, namun kebocoran gas tersebut telah beberapa kali dan selalu menyebabkan warga setempat mengalami keracunan, “jelasnya.

Wahyu juga menyitir pasal 71 UU PPLH yang menyatakan bahwa Menteri, Gubernur dan Bupati diwajibkan untuk melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggungjawab usaha atas ketentuan terhadap aturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

“Dalam pasal 80 UU PPLH dijelaskan bahwa, Bupati atau Kepala Daerah berhak untuk menutup atau melakukan penghentian sementara terhadap kegiatan produksi yang dilakukan perusahaan yang jelas-jelas mengancam nyawa warga, ”paparnya.

Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Karawang, kata dia, akan segera membentuk tim investigasi untuk menyelamatkan warga Ciampel dari kasus keracunan massal yang sering menimpa warga sekitar.

“Kami akan menindaklanjuti masalah ini dengan menggelar audiensi bersama dengan pihak terkait, “katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Laskar Merah Putih markas cabang Kabupaten Karawang, Awandi Siroj.

Awandi Siroj mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang untuk segera mengambil langkah tegas terkait keracunan massal yang menyebabkan 16 warga Desa Kutamekar harus dirawat di rumah sakit.

“Harusnya Pemerintah Daerah tidak menutup mata karena masalah ini menyangkut keselamatan hidup masyarakat Desa Kutamekar. Kami mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah kongkrit. Bila memang PT Pindo Deli 2 terbukti melakukan kesalahan yang mengancam kehidupan warga Desa Kutamekar, lebih baik ditutup untuk sementara waktu sampai perusahaan tersebut sanggup menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar, “ujar Awandi Siroj.

Pria yang akrab disapa Bah Wandi ini juga akan melakukan pelaporan kepada pihak Kementrian Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan terkait seringnya kebocoran gas yang terjadi di PT Pindo Deli 2.

“Kami akan menindaklanjuti masalah ini dengan akan melaporkannya ke Kementrian Lingkugan hidup, ”pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin