Selasa, September 25th, 2018

Info Penting!! Subsidi Bantuan Uang Muka KPR Banyak Dirampok Oknum Tidak Bertanggung Jawab

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Banyak penerima Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di Kabupaten Karawang yang seharusnya mendapatkan Subsidi KPR ternyata uang subsidi yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat penerima akhirnya “dirampok” oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) KPR ternyata belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan diduga dirampok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab

Beberapa kejadian “perampokan” uang subsidi yang menjadi hak para masyarakat penerima dialami AM (28). AM adalah satu dari sekian warga Kabupaten Karawang yang mengambil salah satu perumahan di Desa Cengkong Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang.

“Saat itu pernah ada uang yang masuk ke rekening tabungan yang saya miliki. Namun beberapa detik kemudian uang itu kemudian keluar lagi. Akhirnya saya mendatangi pihak Bank BTN dan mempertanyakannya masalah tersebut, “kata AM saat berbincang tintabiru.com.

Dikatakan, setelah melakukan print out buku tabungannya, AM mengetahui ada uang masuk sebesar Rp4 juta  sehingga saldo dalam tabungannya yang semula hanya Rp871. 131. 00,- bertambah  menjadi Rp4.871.131.00,. Namun jelas dia, uang yang masuk pada menit itu juga langsung keluar lagi dengan sendirinya.

“Ada uang yang masuk ke rekening saya Rp4 juta, tapi ditarik lagi. Padahal saya tidak melakukan penarikan. Apakah uang itu ditarik oleh BTN atau oleh siapa saya tidak mengerti, “ujarnya.

Dikemukakan, pada tanggal  09 Januari 2018 lalu, ada uang masuk ke rekening tabungan BTN milik AM Rp4 juta dengan kode transaksi PBK (Pemindah bukuan). Namun tak lama terjadi auto debet sehingga, uang Rp4 juta tersebut raib secara otomatis  tanpa ada konfirmasi dari pihak BTN.

“Saya tidak mengerti bisa terjadi seperti itu. Saya meyakini uang Rp4 juta yang masuk ke rekening tabungan saya adalah uang Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dari Pemerintah. Herannya, saldo itu kemudian ditarik kembali oleh pihak BTN tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Padahal, jika ada uang yang masuk kedalam rekening tabungan saya maka itu mutlak menjadi milik saya. Sementara, Down Payment (DP) perumahan KPR tersebut telah saya lunasi sejak, ”tuturnya keheranan.

Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat Nomor 48 / PRT/ M/ 2015 Tentang Skema Selisih Angsuran Kredit/ Pembiayaan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Dengan Menggunkan Pendapatan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiyaan Perumahan disebutkan bahwa pemerintah memberikan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp4 juta  bagi KPR sejahtera Tapak. Sementara bagi KPR Sejahtera Susun sebesar Rp7 juta.

Sejak tahun 2015 pemerintah telah menganggarkan subsidi pembiayaan rumah lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp51 triliun. Program rumah bersubsidi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini  dilakukan pemerintah sebagai wujud perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan hunian dengan harga terjangkau.

Menyikapi terjadinya auto debet yang terjadi pada rekening salah satu nasabah BTN cabang Karawang dengan kode transaksi  PBK,  aktivis Karawang Monitoring Group (KMG), Drs. Imron Rosadi  menilai, terjadinya penarikan uang nasabah secara otomatis patut dipertanyakan kepada pihak bank terkait. Menurutnya, sandi PBK adalah pemindah bukuan yang diatur dalam  Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK)  Nomor 242/ PMK. 03/ 2014 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak.

Dijelaskan Imron, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) penghuni KPR bersubsidi telah terbebas dari urusan  pajak. Hal itu, tutur dia, telah diatur dalam  PMK Nomor: 113/PMK.03/2014 Tentang Batasan Rumah yang Bebas dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan memperhitungkan kenaikan sekitar 5 persen.

“Auto debet adalah pembayaran tagihan melalui debit langsung. Debit langsung ini memungkinkan pihak bank menarik sejumlah dana dari rekening nasabah guna pembayaran berbagai tagihan dan   itupun harus ada persetujuan sebelumnya.  Tinggal dilihat apakah nasabah tersebut memiliki tunggakan yang berhubungan dengan KPR bersubsidi yang dihuninya atau tidak, “tanya Imron.

Informasi yang berhasil dihimpun tintabiru.com menyebutkan, dari  49 perumahan subsidi di Kabupaten Karawang yang tersebar di beberapa Kecamatan, BTN adalah satu-satunya bank yang menjadi pelaksana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin