Rabu, Agustus 22nd, 2018

Naaah Looh!! Baru Dikerjakan 50 Persen Kontraktor Proyek Pembangunan Sabuk Pantai di Desa Cemarajaya Ngilang

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Sabuk pantai dengan teknologi Karung Geotekstil Memanjang (KGM) yang dikeluhkan warga Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya ternyata proses pengerjaannya baru 50 persen.

Pengerjaan proyek Sabuk Pantai di Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang Jawa Barat dilakukan dibawah permukaan air laut

Proyek APBD Provinsi yang menelan anggaran  hingga lebih dari Rp12,5 Miliar itu akan dilanjutkan pada bulan Februari 2019 mendatang.

Menurut wakil ketua Pokmaswas, Wanosuki, alasan dihentikannya proyek sabuk pantai yang ada di Desa Cemarajaya adalah karena faktor cuaca yang tidak mendukung. Tak hanya itu, kata dia, pasir endapan (sedimentasi)  yang digunakan untuk mengisi karung juga telah habis.

“Sebagai masyarakat, Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah karena Desa kami mendapatkan proyek sabuk pantai yang tujuannya untuk melindungi dan mempertahankan garis pantai dari ancaman abrasi. Proyek pengerjaan sabuk pantai ini belum selesai karena masing-masing karung yang diisi pasir baru 50 persen saja. Sambil menunggu sedimentasi dan cuaca tenang proyek pengerjaannya baru bisa dilanjutkan kembali. Rencananya memang bulan Februari lalu, namun karena hingga sekarang cuacanya masih tidak mendukung, maka proyek ini masih belum dimulai lagi, “kata Wanosuki.

Wakil Ketua Pokmaswas, Wanosuki

Berbeda dengan Wanosuki, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Kabupaten Karawang, Hendro Subroto, mengatakan proyek pengerjaan sabuk pantai yang ada di Desa Cemarajaya telah diserah terimakan dan dinyatakan selesai 100 persen pada tahun anggaran 2017.

BERITA TERKAIT BACA JUGA: Proyek Sabuk Pantai di Pesisir Utara Karawang Belum Mampu Meminimalisir Hantaman Gelombang Pasang, Puluhan Rumah Warga Cemarajaya Ambruk

Perbedaan statement mengenai telah rampung atau masih belum rampungnya proyek pengerjaan sabuk pantai akhirnya terjawab sudah. Hingga kini masyarakat Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya masih terus mengeluhkan proyek APBN yang dipasang memanjang hingga 3 KM itu karena proyek yang dikerjakan oleh kontraktor atas nama PT Kanza Sejahtera itu belum mampu meminimalisir hempasan gelombang pasang yang menerjang pemukiman warga di pesisir utara Karawang.

Sementara, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat enggan berkomentar saat dimintai keterangannya terkait pemeliharaan proyek sabuk pantai

Padahal, dalam panduan petunjuk teknis mengenai bantuan pemerintah berupa pembangunan sabuk pantai tahun anggaran 2017 dijelaskan bahwa, tersurat  PIHAK KESATU akan melakukan pemeliharaan terhadap pengerjaan sabuk pantai itu selama 6 bulan sejak tanggal berakhirnya kontrak tersebut. Akan tetapi, tanda-tanda akan dilanjutkannya kembali proyek pengerjaan sabuk pantai yang ada di Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya itu hingga kini masih belum terlihat.

“Makanya saya merasa punya tanggungjawab moral, sebab pemeliharaan sabuk pantai di Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya menjadi tanggungjawab kita, “ungkap Kabid Kelautan dan Perikanan Tangkap Kabupaten Karawang, Durahim Suarli. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin