Kapolres Karawang: Dalam Bentuk Apapun Tidak Boleh Ada Kekuatan Premanisme di Karawang, Jabatan Saya Taruhannya!!

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Kepala Kepolisian Resort (Polres) Karawang, AKBP Hendy Febriyanto Kurniawan, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan sedikitpun kepada sekelompok massa atau perorangan yang menggunakan gaya premanisme untuk unjuk gigi di Kota Pangkal Perjuangan.

Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan saat mengultimatum massa pendemo di PT Indotech kawasan industri KIIC untuk membubarkan diri, Selasa (8/5/18) siang

Hal itu dikatakan Hendy F Kurniawan saat memimpin pengamanan aksi unjukrasa yang digelar karang taruna Desa Sukaluyu bersama warga setempat yang meminta jatah limbah ekonomis PT Indotech di Kawasan Industri KIIC Karawang, Selasa (8/5/2018) siang.

Perwira menengah polisi berpangkat AKBP dengan jabatan Kapolres Karawang itu bahkan berani mempertaruhkan jabatannya dalam melindungi kepentingan umum dari gangguan sekelompok massa yang memaksakan kehendaknya dengan cara premanisme.

AKBP Hendy F Kurniawan didampingi Kasat Sabhara Polres Karawang saat melakukan pengamanan aksi unjukrasa karang taruna dan warga Desa Sukaluyu di depan PT Indotech

“Setiap limbah industri memiliki standard mutu masing masing. Jika ingin mendapatkan SPK limbah industri silahkan ikuti mekanisme yang benar. Tidak mungkin pihak perusahaan memberikan SPK pengelolaan limbah secara asal-asalan. Jangan gunakan cara-cara premanisme seperti ini!! Jika berani coba-coba menggunakan gaya premanisme di Karawang, saya akan pertaruhkan jabatan saya demi untuk melindungi kepentingan umum, “tegas Hendy Febriyanto Kurniawan di hadapan massa karangtaruna dan warga Desa Sukaluyu yang telah berdiri di depan pintu gerbang PT Indotech.

BERITA TERKAIT BACA JUGA: Gara-Gara Singgung Korp Marinir Kapolres Karawang Langsung Dipindah Tugaskan

Informasi yang berhasil dihimpun tintabiru.com menyebutkan, aksi unjukrasa yang digelar karang taruna bersama warga Desa Sukaluyu Kecamatan Telukjambe Timur itu sempat memanas saat salah seorang anggota karang taruna berorasi dan mendorong-dorong pintu gerbang PT Indotech untuk memaksa masuk.

Namun upaya tersebut kemudian berhasil dihalau pihak Dalmas Sat Sabhara Polres Karawang yang bergabung dengan sejumlah personil dari Kepolisian Sektor Telukjambe Timur.

Kapolres Karawang yang dikenal dengan jargon “Tembak Kaki atau Tembak Mati” itu langsung mengultimatum massa pendemo karena aksi unjukrasa yang digelar karang taruna bersama dengan warga Desa Sukaluyu itu tidak mendapatkan ijin dari pihak Kepolisian.

“Kepada massa karang taruna dan warga Desa Sukaluyu, kami berikan waktu 15 menit untuk membubarkan diri. Jika sampai 15 menit tidak membubarkan diri maka kami akan gulung semuanya!! Jika ada yang tidak terima silahkan hadapi saya, “ucap Kapolres Karawang menggunakan pengeras suara.

Usai mendengar ultimatum dari Kapolres Karawang, massa pendemo akhirnya membubarkan diri dan pulang menuju rumahnya masing masing.

Kami tegaskan, tidak boleh ada kekuatan premanisme di Kabupaten Karawang dalam bentuk apapun, “tambah Hendy. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: