Selasa, September 25th, 2018

Tolak Issue Sara dan Informasi Hoax di Pilkada 2018, LSM Permata Gelar Deklarasi Damai dan Diskusi Publik

Oleh: Hasan Basri

BEKASI, TINTABIRU.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Persatuan Masyarakat Semesta (Permata) Kamis (26/4/18) pagi menggelar diskusi publik dan deklarasi damai dalam rangka menghadapi Pilkada Kota Bekasi 2018 dan Pilpres 2019.

Acara diskusi publik dan deklarasi damai digelar di rumah makan Wulan Sari, Jalan Raya Kemakmuran No 47 Margajaya Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Diskusi Publik dan Deklarasi Damai yang digelar LSM Permata dalam menghadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019

Diskusi publik dan deklarasi damai yang digelar mengangkat tema “Menolak Issue Sara, Hoax dan Radikalisme Dalam Menyongsong Pilkada 2018 dan Pilpres 2019”.

Ketua KPUD Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengatakan, perlunya sosialisasi untuk menolak issue sara dan hoax. Hal itu kata dia untuk mewujudkan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 yang damai dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Para peserta Diskusi Publik tampak saling mengangkat genggaman tangan mereka tanda sepakat dengan pilkada damai anti issue sara, hoax dan anti radikalisme

“Issue sara, hoax dan radikalisme merupakan salah satu penyebab tidak nyamannya kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri dari berbagai pulau, agama, suku, bahasa dan kepercayaan. Jika issue sara dan hoax tidak dicounter maka besar kemungkinan akan menjadi penyebab terjadinya disintegrasi bangsa, “kata Ucu Asmara sandi, saat menyampaikan paparan dalam diskusi tersebut.

Sementara, Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti menyatakan, merebaknya issue sara, hoax dan radikalisme di media social karena masyarakat tidak cermat dalam memilih dan memilah informasi.

“Selama ini masyarakat kita diadu domba oleh issue sara dan informasi hoax yang tidak bertanggung jawab, jadi kita harus bijak dalam memilih informasi yang benar, “katanya.

Ketua panitia pelaksana diskusi publik dan deklarasi damai, dr. H. HB. Yunas mengatakan, diskusi yang digelar merupakan bentuk kepedulian dalam membangun kesadaran masyarakat dan mahasiswa  Kota Bekasi dalam berpolitik.

“Intinya, kita membangun kesadaran masyarakat Kota Bekasi dalam berpolitik agar stabilitas politik di Kota Bekasi khususnya dan Indonesia pada umumnya berjalan dengan damai terhindar dari issue sara dan hoax, “tegasnya.

Cendikiawan muslim Kota Bekasi, Furqon Bukhori berharap melalui kehadiran 70 orang peserta yang hadir pada acara diskusi publik dan deklarasi damai yang digelar, akan mampu mewujudkan Kota Bekasi yang damai tanpa hoax dan radikalisme.

“Kami berharap para pemuda dan masyarakat Kota Bekasi akan mampu mewujudkan pilkada yang damai tanpa issue sara, hoax dan radikalisme, “harapnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin