Selasa, September 25th, 2018

Waaah!! Oknum Bintara Polisi Diduga Jadi “King Maker” Kasus Penganiayaan Wartawan di Karawang

Oleh: Dadang Aripudin/ Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Kasus penganiayaan terhadap wartawan di Karawang bernama Ropendi yang dilakukan preman kampung bernama Apong beberapa bulan lalu kini memasuki babak baru.

Ropendi, wartawan yang menjadi korban penganiayaan preman kampung saat berada di Mapolres Karawang – Jawa Barat

Ropendi alias Dogong membantah telah mencabut berkas laporan pengaduannya (LP) yang ada di Mapolres Karawang.

“Saya tidak pernah mencabut berkas laporan pengaduan (LP) saya, “kata Ropendi, Senin (23/4/18).

Ropendi menjelaskan bahwa sebenarnya ia tidak pernah diintimidasi oleh oknum anggota polisi. Namun, kata dia, intimidasi oleh oknum bintara polisi berpangkat Aipda itu dialamatkan kepada Kepala Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur.

“Yang diintimidasi oleh oknum bintara polisi itu adalah Suhending, Kepala Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur, “ucapnya.

Dikatakan, oknum polisi yang diketahui berinisial A itu sempat menelphon Suhending dan memintanya agar kasus penganiayaan yang dilakukan preman kampung bernama Apong terhadap Ropendi bisa diselesaikan dengan baik.

Oknum Polisi juga sempat meminta Kepada Kades Tegalsawah (Suhending) agar bisa membujuk Ropendi supaya mencabut laporan pengaduannya di Polres Karawang. Tak hanya itu, kata dia, bintara polisi yang bertugas di Mapolsek Karawang Kota itu bahkan sempat mengancam akan membakar rumah sang Kepala Desa jika Apong masuk kedalam jeruji besi.

”Saat pihak Kepolisian dari Polres Karawang menangkap Apong, oknum polisi berinisial A itu mengancam akan membakar rumah milik Kepala Desa Tegalsawah. Hal itu dilakukannya, karena mobil milik sang oknum polisi itu dipakai Apong saat akan melakukan penganiayaan terhadap saya. Semua itu saya ketahui karena pak Kades bercerita banyak kepada saya, “jelas Ropendi.

Menyikapi kasus penganiayaan terhadap wartawan yang tak kunjung selesai, sekretaris PWRI Karawang, Asep Suryaman menyesalkan tindakan Polres Karawang yang telah melepaskan pelaku penganiayaan terhadap Ropendi itu bebas berkeliaran dan bisa menghirup udara segar.

“Kami masih terus memantau kasus ini. Kami juga menyesalkan tindakan Polres Karawang yang telah membebaskan pelaku dari jerat hukum tanpa alasan yang jelas. Jika pelaku bebas karena adanya penangguhan tahanan maka hal itu sah-sah saja. Namun jika pelaku bebas dengan alasan korban telah mencabut laporannya, berarti disini ada rekayasa dan manipulasi tanda tangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena sepengetahuan kami, hingga saat ini korban mengaku tidak pernah merasa telah mencabut berkas laporan pengaduannya yang ada di Polres Karawang, “ujar Asep.

Asep menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya bersama dengan komunitas wartawan lainnya akan mempertanyakan kasus tersebut langsung kepada Kapolres Karawang. Asep juga akan melayangkan surat kepada Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Mabes Polri hingga ke Kompolnas.

“Selekasnya kami akan melakukan hal itu, “pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Anggota Sat Res Narkoba Polres Karawang Ngaco!! Kejar Bandar Shabu Malah Salah Tangkap, Korban Diinterogasi Hingga Dianiaya

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Oknum anggota Sat Res Narkoba Polres Karawang ngaco!! Seorang …