Rabu, Oktober 24th, 2018

Dinilai Mampu Wujudkan Indonesia Bermartabat Jenderal Gatot Masih Belum Dilirik Parpol

Oleh: Hasan Basri

JAKARTA, TINTABIRU.COM – Meski belum ada partai politik yang secara terang-terangan akan mengusung mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn)

Gatot Nurmantyo sebagai Calon Presiden atau Wakil Presiden di Pilpres 2019 mendatang, namun sejumlah relawan pendukung mantan Panglima TNI yang baru pensiun itu semakin bertambah.

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo masih belum dilirik sebagai Capres atau Cawapres oleh partai politik untuk helat Pilpres 2019 mendatang

Sejumlah relawan seperti Selendang Putih Nusantara (RSPN), Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR), Militan GN, Relawan Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad) dan Go-Sakti alias Gatot Nurmantyo Satukan Hati, terus melakukan deklarasi dukungannya untuk mantan Panglima TNI kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 tersebut.

Ketua Relawan Go-Sakti, Lutfhie Eddy S, mengungkapkan alasan kenapa dirinya dan banyak pihak lain mendukung Gatot Nurmantyo.

“Ekspektasi dan harapan masyarakat Indonesia saat ini menginginkan sosok kepemimpinan nasional yang baru dan mampu menjawab tantangan Indonesia kedepan. Gatot Nurmantyo adalah sosok pemimpin yang paling tepat untuk Indonesia saat ini, “kata Lutfhie Eddy S melalui pesan singkatnya, seperti dikutip dari RMOL.co, pada Minggu (22/4/18).

Saat menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot Nurmantyo giat bersilaturahmi dengan ulama dan tokoh agama

Menurutnya, Gatot Nurmantyo sangat memahami suasana ekonomi dan geo politik yang terjadi di era sekarang. Gatot Nurmantyo juga dinilai sangat memahami proxy war berikut ancamanya yang begitu kompleks. Tak hanya itu, kata dia, sosok Gatot Nurmantyo sangat dibutuhkan karena lulusan Akabri tahun 1982 itu adalah pribadi yang mampu mengayomi semua etnis, suku, agama dan golongan.

“Jika dilihat dari pengalamannya memimpin organisasi TNI, Gatot Nurmantyo jelas sangat matang dan mumpuni, karena dia memulai kariernya di TNI dari jenjang terbawah hingga sukses menjadi seorang Panglima, “ujarnya.

Luthfie menceritakan jika dirinya pernah bertemu dengan Gatot Nurmantyo dan ngobrol bareng dengan mantan KSAD tahun 2014 hingga 2015 tersebut.

Dari hasil perbincangannya dengan Gatot Nurmantyo, Lutfhie  meyakini bahwa pria yang berhasil lulus memakai baret merah Kopassus pada 2 September 2014 itu akan menjadi “The Rising Star” dan akan mampu menjadi pemimpin besar Indonesia.

Gatot Nurmantyo dinyatakan lulus dan layak memakai baret merah pada 2 September 2014

“Tidak sedikit masyarakat meyakini bahwa Pak Gatot Nurmantyo mampu memimpin Indonesia menjadi lebih bermartabat, khususnya jika dikaitkan dengan kebijakan pemerintah sekarang yang ditengarai pro terhadap asing dan aseng, “tambahnya.

Secara konstitusional, kata Lutfhie, harus muncul Presiden baru pada Pilpres 2019. Hal itu papar dia, demi tegaknya sistem demokrasi dan pembangunan nasional yang bermartabat dan berkeadilan.

Segudang janji Jokowi yang akan membawa Indonesia menjadi hebat dinilainya tidak  terealisasi. Hal itu dijelaskannya seperti hutang luar negeri yang semakin membengkak dan semakin membebani ekonomi rakyat sehingga target kemandirian pangan tidak bisa terwujud.

“Bersama dengan Gatot Nurmantyo, sebelum kita membangun sektor lain,  terlebih dahulu kita akan memulai membangun jiwa dan raga bangsa Indonesia. Relawan Go-Sakti akan terus bergerak mandiri dengan cara memanfaatkan jaringan para anggotanya yang berasal dari lintas kalangan mulai dari kalangan profesional, kaum intelektual, penggerak, relawan militan dan lainnya, “pungkas Lutfhie. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Mobil Pengawal Presiden Jokowi Terguling di Jalan Solok Menuju Padang Sumatera Barat

SOLOK, TINTABIRU.COM – Salah satu mobil iring-iringan yang mengawal Presiden Joko Widodo dalam lawatannya ke Padang …