Rabu, November 14th, 2018

Akibat Keterlambatan Kerja Pegawai DKP Klaim Asuransi Milik Janda Nelayan Ditolak Pihak Asuransi

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang janda beranak satu yang ditinggal mati suaminya terpaksa harus menanggung beban berat akibat Kartu Asuransi Nelayan milik almarhum suaminya itu tidak bisa dicairkan.

Janda bernama Cahya (34) itu awalnya berencana akan membuka warung untuk kelangsungan biaya hidup keluarganya pasca ia mendapatkan premi asuransi dari PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Namun, bukannya pencairan uang yang dia dapatkan, Cahya justru harus menerima kekecewaan setelah PT. Asuransi Jasa Indonesia menyatakan dalam surat yang dikirimnya bahwa pengajuan klaim asuransi milik almarhum Kartono (suaminya) tidak dapat diproses dengan alasan ahli waris telat melapor.

Kartu Asuransi Nelayan milik almarhum Kartono

“Setelah membaca keputusan dari PT. Asuransi Jasa Indonesia, tidak terasa air mata saya berlinang. Saya telah berupaya merelakan kepergian suami yang telah menghadap kepada sang Khalik. Saya juga sadar bahwa mungkin sudah menjadi nasib keluarga saya untuk menghadapi beratnya beban hidup tanpa seorang suami yang diandalkan untuk mencari nafkah. Namun yang menjadi pematah semangat hidup saya adalah saat klaim asuransi itu tidak bisa dicairkan, padahal saya sangat mengharapkannya, ”ujar Cahya, Isteri dari almarhum  Kartono.

Hal senada diutarakan Paman Cahya, Hartana. Hartana menyesalkan pihak yang mengurus pengajuan klaim asuransi nelayan milik almarhum Kartono. Menurutnya, sejak Kartono meninggal dunia pada 20 November 2017 silam, tiga hari setelah kematian keponakannya itu atau pada 23 November 2017, semua berkas pengajuan klaim asuransi milik Almarhum langsung disampaikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang.

Kartono terdaftar sebagai anggota nelayan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang

Meski berkas pengajuan itu telah disampaikan 3 hari pasca kematian Almarhum, namun PT. Asuransi Jasindo  tetap menolak pengajuan kalim asuransi nelayan tersebut dengan alasan tertanggung atau wakilnya telat melapor kepada penanggung karena telah melebihi batas waktu pelaporan yakni lima hari setelah kematian (Alm) Kartono.

“Berkas pengajuan yang disampaikan ahli waris kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karawang itu tertanggal 23 November 2017. Artinya, DKP telah menerima berkas pengajuan klaim asuransi nelayan itu 3 hari pasca kematian Kartono. Namun yang terjadi adalah penolakan pencairan asuransi oleh PT. Asuransi Jasindo. Berarti kesalahan itu ada di pihak mana?  Dan kami akan tetap meminta pertangungjawaban  dari dinas terkait, “tandas Hartana.

Surat keterangan kematian alm Kartono yang dikeluarkan pihak pemerintahan desa

Sementara, Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa, membenarkan jika Kartono meninggal dunia  pada 20 November 2017 dan tiga hari pasca kematian almarhum semua berkas pengajuan klaim asuransi itu telah disampaikan kepada salah satu pegawai di DKP bernama Herry.

“Selaku Kepala Desa Sedari kami masih ingat betul kejadiannya. Sekitar hari Kamis tanggal 23 November 2017 berkas pengajuan klaim asuransi milik almarhum Kartono telah diajukan kepada DKP. Namun dalam surat yang dikirimkan PT. Asuransi Jasindo kepada ahli warisnya menjelaskan bahwa pihak PT. Asuransi Jasindo baru menerima surat dari DKP Karawang pada Selasa 28 November 2017. Berarti  berkas klaim asuransi itu mandeg 5 hari di DKP. Sementara, PT. Asuransi Jasindo hanya menerima pengajuan klaim asuransi 5 hari kalender sejak kematian almarhum, “kata Bisri.

PT. Asuransi Jasindo mengirimkan surat jika klaim asuransi yang diajukan keluarga alm Kartono ditolak

Bisri Mustopa menyesalkan keterlambatan yang dilakukan pegawai DKP yang menyebabkan klaim asuransi milik ahli waris almarhum Kartono tidak bisa dicairkan.

“Jangan persulit hak nelayan, Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) adalah program pemerintah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Republik Indoneisa Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, “jelas Bisri.

Bisri menegaskan, pihaknya akan terus mempertanyakan kembali penyebab utama telatnya berkas pengajuan klaim asuransi yang masuk ke managemen PT. Asuransi Jasindo, yang menyebabkan dana asuransi kematian milik salah seorang warganya tidak bisa dicairkan akibat keterlambatan kerja salah satu pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Melaut di Malam Hari, Nelayan Asal Pasirputih Cilamaya Hilang di Pantai Betokmati

Oleh: Hasan Basri KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang nelayan yang tengah melaut di pantai utara Karawang hingga …