Senin, Oktober 22nd, 2018

Pengamat: Hentikan Kriminalisasi Terhadap Wartawan!!

Oleh: Hasan Basri

SUMBAR, TINTABIRU.COM – Berbagai kasus yang menimpa sejumlah para pekerja kuli tinta alias jurnalis seakan menjadi catatan buram dalam sejarah pers di tanah air.

Ilustrasi kebebasan pers yang dipasung

Sejarah buram itu kembali terulang saat salah seorang wartawan dari salah satu media di Sumatera Barat (Sumbar) diseret ke ranah hukum.

Mencermati kejadian tersebut, pengamat dan peneliti politik “Indonesian Public Institute” Dr. Jerry Massie MA. Ph.D, menilai dewan pers seakan mandul dan kurang imparsial dalam menangani kasus.

“Wartawan itu punya hak jawab dan koreksi dalam Pasal 5 jangan dulu dipidanakan, “kata Jerry Massie.

Dr. Jerry Massie MA. Ph.D

Menurut Jerry Massie, kehadiran dewan pers harusnya berperan aktif sebagai bridge atau jembatan penolong manakala wartawan bermasalah, dipasung atau dikriminalisasi.

“Barangkali mereka yang saat ini duduk di dewan pers basicnya bukan wartawan sehingga buta terhadap Tupoksi masing-masing, “tutur Jerry Massie yang sempat beberapa kali menjadi pemimpin redaksi di beberapa media massa.

Menurutnya, UU Pers No 40 Tahun 1999 memiliki kekuatan hukum yang abolut, namun kata dia, kebebasan dalam mengeluarkan pendapat seakan hilang di Indonesia yang menganut sistem demokrasi tersebut.

“Saat ini freedom of speech seakan hilang padahal Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Jika para pegurus Dewan Pers tidak becus dalam menangani kasus yang dihadapi para wartawan, lebih baik mereka mundur saja. Jika para pengurus Dewan Pers seperti ini maka dunia pers di Indonesia bisa bubar, “terangnya.

Dikatakan dia, dewan pers wajib melindungi 43 ribu media online yang ada di Indonesia.

“Semuanya harus dilindungi, apapun itu. Baik yang tergabung di PWI, AMSI, AJI maupun yang tergabung di organisasi wartawan lainnya, “tegasnya.

Jerry berharap, kedepan, para pengurus Dewan Pers akan diisi oleh sejumlah orang yang memiliki pengalaman dalam bidang media massa dan bukan diisi oleh para politisi.

Jerry juga meminta agar UU Pers diperkuat kembali fungsi dan perannya seperti halnya UU KPK No 30 Tahun 2002.

“Jangan kriminalisasi wartawan, ingat! peran pers di negeri ini cukup vital.  Dan bagi saya, pers adalah pilar ke-5 dan memiliki power yang cukup kuat, “paparnya.

Resistensi terhadap tugas wartawan, jelas Jerry, merupakan pencideraan terhadap demokrasi di Indonesia itu sendiri.

Jerry berharap hendaknya pihak Kepolisian  bisa bermitra dan bekerjasama dengan para wartawan dalam membongkar kasus-kasus yang merugikan bangsa dan negara. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin