GMBI dan Sepetak Tuding Ada Upaya Sabotase Pada Mediasi Yang Digelar Antara Petani 3 Desa dengan PT. APL

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Gerakan Maayarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Kabupaten Karawang menganggap tidak legal  atas beredarnya surat mediasi yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karawang. Tidak legalnya surat mediasi itu menurut GMBI karena selaku tim advokasi pihaknya tidak mendapatkan undangan tersebut.

“Mediasi ini terancam gagal karena panitia sengaja tidak melibatkan GMBI dalam tim penyelesaian sengketa tanah yang ada di tiga desa tersebut,  “kata Dadi Mulyadi, Direktur LBH GMBI Karawang.

LBH GMBI distrik Karawang juga mencium adanya aroma yang tidak wajar dari rencana mediasi tim penyelesaian konflik sengketa lahan antara petani dengan pihak APL itu.

“GMBI akan menggagalkan pertemuan itu karena ada indikasi sabotase dari pihak lain, “tegasnya.

Hal senada dikatakan Sekertaris Jenderal Serikat Petani Karawang (SEPETAK), Engkos Kosasih. Sepetak juga kata Engkos Kosasih akan menolak rencana pertemuan yang sedianya akan digelar pada hari ini,  Jumat (13/04/2018) siang bertempat di kantor Pemda Karawang.

“GMBI dan sepetak menolak pertemuan yang rencananya akan digelar pada siang hari ini karena kami tidak mendapatkan undangan, “jelasnya.

Engkos juga mengkhawatirkan adanya upaya sabotase dari pihak lain yang  berniat tidak menginginkan konflik agraria antara petani di tiga Desa yakni Desa Wanasari, Wanakerta dan Margamulya yang telah puluhan tahun terjadi dengan pihak korporasi Agung Podomoro Land itu bisa selesai dengan baik.

“Kami mencium adanya upaya sabotase dari pihak-pihak yang tidak menginginkan terselesaikannya konflik agraria yang terjadi di tiga desa tersebut, “pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: