Senin, Desember 17th, 2018

Anggota Sat Res Narkoba Polres Karawang Ngaco!! Kejar Bandar Shabu Malah Salah Tangkap, Korban Diinterogasi Hingga Dianiaya

Oleh: Dadang Aripudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Oknum anggota Sat Res Narkoba Polres Karawang ngaco!! Seorang pemilik mobil jasa angkutan sayuran yang tidak bersalah ditangkap dan dianiaya hingga korban mengalami kesakitan.

Umar (38) korban penganiayaan oknum anggota Sat Res Narkoba Polres Karawang

Adalah Umar (38) warga Kampung Pakopen Desa Tegalsari Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang, pada Selasa (11/4/18) kemarin menjadi korban salah tangkap dan dituduh mengetahui keberadaan seseorang yang menjadi target operasi pihak Kepolisian untuk mengungkap kasus peredaran narkoba yang ada di wilayah Kecamatan Purwasari.

Kronologis itu bermula, saat korban bernama Umar itu mendapatkan panggilan telphon dari seseorang yang tidak dikenalnya untuk mengangkut sayuran jenis mentimun sekira pukul 07:00 WIB.

“Sekira pukul 07:00 WIB pada Selasa kemarin, saya ditelphon oleh seseorang yang menginginkan saya mengangkut mentimun miliknya. Akhirnya kami bersepakat untuk bertemu di dekat Masjid Al-Muhajirin yang lokasinya berada di Desa Walahar Kecamatan Klari tepatnya sesudah perempatan bendungan Walahar, “kata Umar.

Setelah dirinya bertemu dengan orang yang menelphonnya, tiba-tiba Umar langsung digiring oleh empat orang yang mengaku sebagai anggota Polisi dari Sat Res Narkoba Polres Karawang dan langsung dimasukkan kedalam sebuah minibus Suzuki jenis APV.

“Begitu ketemu di dekat Masjid Al-Muhajirin, saya langsung digiring oleh empat orang yang mengaku sebagai anggota polisi dari Sat Res Narkoba Polres Karawang kemudian saya dimasukkan kedalam mobil APV, “ungkapnya.

Umar menambahkan, setelah dimasukkan ke dalam mobil tersebut ia kemudian dibawa ke sebuah perumahan yang ada di sekitar jalan raya terusan Tanjungpura-Klari  sementara mobil Pick Up miliknya dibawa oleh polisi lainnya.

“Saya kemudian dibawa ke sebuah perumahan yang ada di dekat jalan raya terusan Klari-Tanjungpura. Di dalam rumah itu ada sekitar 6 orang dan mereka langsung menginterogasi saya. Saat mereka menginterogasi, saya dicaci maki, kepala saya dibenturkan ke dinding, bahkan mereka menendang dagu saya,  “ujarnya.

Setelah dikeroyok oleh beberapa orang yang mengaku sebagai anggota Sat Res Narkoba Polres Karawang, Umar mengungkapkan kesakitan yang dialaminya.

“Bibir saya sakit kang, kepala saya juga mengalami nyeri akibat bagian belakang kepala saya dibenturkan ke tembok, “paparnya.

Selain dianiaya, Umar juga mengaku jika para oknum polisi itu menggeledah pakaian yang dikenakannya hingga dilakukan test urine oleh mereka.

“Pakaian saya digeledah hingga semua saku celana saya pun diperiksa. Kemudian saya dipaksa untuk buang air kecil untuk keperluan test urine, “jelasnya.

Dikatakan, interogasi yang dilakukan terhadap Umar dimulai sejak pukul 08:00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

“Saya diinterogasi oleh mereka sekitar 10 jam lamanya hingga seharian saya tidak makan, “terangnya.

Diterangkan dia, ternyata oknum polisi itu tengah mencari keberadaan seseorang yang bernama Borin (B) yang menjadi TO mereka.

Sementara, ayah korban, Manta, merasa terpukul atas kejadian tersebut.

“Saya meminta agar Kapolres Karawang segera menindak oknum polisi tersebut demi tegaknya keadilan. Sebagai  lembaga yang menjadi pengayom masyarakat tidak selayaknya polisi menganiaya orang yang belum diketahui kesalahannya apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan. Saya tidak terima dengan kasus salah tangkap terhadap anak saya ini, “kata Manta. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

60 Kali Bobol Rumah, Penjahat Asal Cibungur Karawang Wetan ini Meregang Nyawa Diterjang Timah Panas Polisi

Oleh: Riady Hidayat KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang penjahat asal Kampung Cibungur Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan …