Minggu, Oktober 21st, 2018

Perang Turki VS Amerika di Depan Mata

ANKARA, TINTABIRU.COM, Perang yang terjadi di Syiria tampaknya akan segera bergeser ke bagian utara. Perang yang terjadi adalah bukan antara pasukan rezim Bashar Al-Asshad dengan oposisi bersenjata, tetapi perang ini diprediksi antara tentara Turki dengan pasukan Amerika Serikat (USA).

Prediksi itu muncul pasca Washington menambah jumlah personilnya di wilayah perbatasan antara Syiria dan Turki pada pekan lalu.

“Kami tidak akan mungkin dan tidak akan pernah mendukung atau mempersenjatai kelompok teror YPG (Yekineyen Parastina Gel alias Badan Perlindungan Rakyat) atasnama kerjasama apapun, “kata Jenderal Hulusi Akar, komandan pasukan bersenjata Turki dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin NATO, di Kota Brussel, Belgia, beberapa waktu lalu.

Jenderal Hulusi Akar mengecam rencana Amerika Serikat yang berencana akan melibatkan YPG dalam pengamanan perbatasan. Bersamaan dengan dirilisnya pernyataan Hulusi Akar itu, Turki kemudian mengirimkan pasukan militernya ke daerah perbatasan dengan Syiria, tepatnya di Kota Afrin, Provinsi Aleppo, yang secara De Facto dikuasi oleh YPG.

Dikutip dari sumber militer Turki, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa, sedikitnya 12 kendaraan lapis baja telah memasuki distrik Viransehi, Provinsi Sanliurfa dan siap masuk ke Syiria. Turki menyatakan bahwa para personel dan armada militer itu akan memperkuat penjagaan di perbatasan.

Bagi pemerintah Turki, kehadiran YPG, yang merupakan bagian dari partai Pro Separadis Kurdi, Partiya Karkeren Kurdistane (PKK) adalah ancaman.

“Kami harus membubarkan kekuataan teror itu bahkan sebelum kekuataan itu terbentuk, “tegas Presiden Turki, Recep Thayyip Erdogan, di hadapan parlemen Turki belum lama ini.

Prediksi akan terjadinya bentrokan antara Turki VS Amerika Serikat dalam waktu dekat di Kota Afrin, Provinsi Aleppo, karena Turki tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada YPG untuk berkolaborasi dengan militer USA di perbatasan.

Pada akhir pekan lalu, USA menyatakan bahwa mereka akan melibatkan YPG untuk menjaga keamanan di perbatasan Turki dan Syiria tersebut.

Namun, rencana USA itu langsung ditolak Ankara. Penolakan itu kemudian ditindak lanjuti oleh Turki dengan pengiriman pasukan ke wilayah perbatasan, pada Senin lalu. Tak hanya itu, Erdogan juga memastikan keterlibatan oposisi bersenjata Syiria ada di pihaknya.

“Para gerilyawan Kurdi adalah para penikam yang ulung. Cepat atau lambat mereka akan mengarahkan moncong senapan mereka ke pasukan USA sendiri, “kata Erdogan seperti dikutip dari Reuters.

Erdogan menambahkan, dengan melibatkan YPG dalam operasi pertahanan keamanan, berarti USA telah mendukung para teroris. Erdogan juga memperingatkan para sekutu USA agar tidak ikut-ikutan mendukung terorisme. (hsn)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

DPRD Kabupaten Lebak Kunjungi Karawang Gelar Study Banding Soal Ngurus Ormas dan LSM

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Anggota DPRD  Kabupaten Lebak Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja …