Prabowo Sebut Tingkat Gizi Buruk di Indonesia Masih Tinggi

Oleh: Endang Saputra

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan asupan gizi (gizi buruk), terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari janin hingga anak berusia 2 tahun.

Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra)

Berdasarkan data Riskesdas Kementerian Kesehatan, terdapat 37 persen balita Indonesia yang mengalami stunting. Jumlah tersebut setara dengan 9 juta orang.

Tingginya tingkat gizi buruk di Indonesia, disampaikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, sambil menyitir peringatan yang disampaikan oleh lembaga kesehatan dunia (world health organization/WHO).

Data Angka Gizi Buruk Versi Bank Dunia

“Kita di dunia termasuk yang tinggi. Ini warning yang diberikan WHO bahwa di Indonesia (tingkat-red) stunting tinggi,” katanya usai mengunjungi Posyandu Permata Bunda di Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin 12 maret 2018.

Tingginya tingkat gisi buruk di Indonesia juga disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang menyebut 35 persen anak Indonesia saat ini dalam kondisi kekurangan gizi.

“Ini data Bank Dunia, bukan kata saya,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan para pengusaha kawasan industri se-Jawa Barat yang dilangsungkan di Hotel Resinda, Karawang, Selasa 27 Maret 2018.

Menurut Prabowo, jika anak kekurangan gizi, selain perkembangan otaknya lemah, pertumbuhan tulang-tulangnya juga akan lemah. Akibatnya, kualitas bangsa Indonesia akan tertinggal jauh dari negara-negara lain.

Menyikapi tingginya tingkat gizi buruk, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengangkat masalah stunting menjadi prioritas nasional.

“Mempertimbangkan dampak stunting, mulai tahun ini (2018-red) pemerintah menjadikan upaya penanganan stunting sebagai salah satu prioritas nasional,” ujar Deputi Menteri Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Kennedy Simanjuntak, dalam acara ‘Stunting Summit’ di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu 28 Maret 2018.

Kennedy menyampaikan, pada 2019 pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 28 persen.

“Secara absolut 9 juta anak yang tersebar di pedesaan dan perkotaan mengalami stunting. Ini angka sangat besar. Stunting bukan hanya terjadi pada masyarakat miskin, tapi juga pada kelompok yang tidak miskin,” paparnya.

Sementara itu, di Kabupaten Karawang pada tahun 2014 tercatat 411 kasus gizi buruk. Kemudian pada 2015 kasusnya turun menjadi 281, dan pada 2016 Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat terdapat 270 orang balita penderita gizi buruk dengan jumlah penderita tertinggi berasal dari Kecamatan Pedes. Sedangkan pada tahun 2017, dari data sementara tercatat 97 orang balita gizi buruk sangat kurus dari berbagai Kecamatan,

Dari hasil rekapitulasi Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, hanya ada lima kecamatan yang bebas dari gizi buruk yaitu Kecamatan Pangkalan, Ciampel, Telukjambe Barat, Tempuran, dan Pakisjaya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: 

2 Responses

  1. author

    Endang Saputra3 bulan ago

    • author
      Author

      admin3 bulan ago