Senin, Oktober 22nd, 2018

Ada Yang Ganjil Saat Ribuan Jama’ah Iringi Pelepasan Jenazah Almaghfurlah KH. Mamduh Mastari

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Ribuan orang dari berbagai daerah, Minggu (11/3/18) pagi berdatangan ke Ponpes Tarbiyatul Wildan, Rawamerta, untuk mengantarkan jenazah ulama Kharismatik Karawang, KH. Mamduh Mastari Bin Sarian ke tempat peristirahan terakhirnya.

Tempat peristirahatan terakhir KH. Mamduh Mastari

Jenazah KH. Mamduh Mastari dishalatkan di Masjid Al-Mukhtar, sebuah Masjid yang berada di dalam komplek pesantren.

Sambil menangis tersedu-sedu karena tak kuasa menahan sedih, KH. Ubaidillah selaku menantu Almaghfurlah mengatakan bahwa selama hidupnya, KH. Mamduh Mastari merupakan sosok yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan dakwah islam.

Ribuan jamaah berebut ikut menshalatkan jenazah Almaghfurlah KH. Mamduh Mastari

“Seluruh hidup dan harta kekayaan Almaghfurlah KH. Mamduh Mastari disumbangkan untuk perjuangan dakwah islam, “kata KH. Ubaidillah dalam sambutannya, sesaat sebelum jenazah ulama yang lahir pada 05 September 1950 ini di shalatkan oleh ribuan jama’ah di Masjid Al-Mukhtar.

BERITA TERKAIT KLIK DISINI: KH. Mamduh Mastari “Ulama Kharismatik Karawang” Tutup Usia

Pernyataan KH. Ubaidillah mengenai sosok KH. Mamduh Mastari yang menyumbangkan seluruh hidup dan kekayaannya untuk perjuangan dakwah islam cukup beralasan. Hal itu terbukti dengan berdirinya pondok pesantren Tarbiyatul Wildan diatas tanah seluas 10 Hektar yang dihuni oleh 5000 santriwan dan santriwati, hasil jerih payah Almarhum selama hidupnya.

“Almaghfurlah pernah mengatakan bahwa, Dulu Ama (KH. Mamduh Mastari-red) datang ke Karawang teu mawa nanaon (gak bawa apa-apa), “ucap KH. Ubaidillah.

BERITA TERKAIT KLIK DISINI: Jenazah Almarhum Almaghfurlah KH. Mamduh Mastari Masih Terlihat Segar

Usai dishalatkan, jenazah Almaghfurlah KH. Mamduh Mastari kemudian dikebumikan di pemakaman keluarga yang berada di luar sebelah kanan Masjid.

Ada yang ganjil pada saat pelepasan jenazah Almahgfurlah KH. Mamduh Mastari. Meski Almaghfurlah merupakan sosok ulama yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Karawang sebagai salah satu kota santri di Jawa Barat, namun pantauan tintabiru.com di lokasi, pelepasan jenazah Almaghfurlah KH. Mamduh Mastari tidak dihadiri Bupati ataupun Wakil Bupati Karawang. Hanya beberapa anggota legislatif yang terlihat ikut menshalatkan dan mengiringi pelepasan terakhir jenazah Kyai sepuh Karawang ini.

“Saya juga tidak melihat Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Karawang ataupun Kepala Kemenag Karawang hingga usainya prosesi pemakaman, “ujar salah satu jama’ah . (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

60 Kali Bobol Rumah, Penjahat Asal Cibungur Karawang Wetan ini Meregang Nyawa Diterjang Timah Panas Polisi

Oleh: Riady Hidayat KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang penjahat asal Kampung Cibungur Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan …