Jumat, Agustus 17th, 2018

Sejumlah Warga Karawang Diduga Jadi Korban Human Trafficking PJTKI Nakal

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ke negara-negara Timur Tengah yang masih diberlakukan Pemerintah Pusat ternyata ditanggapi apatis oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

Sejumlah warga Karawang ditengarai menjadi korban praktek human trafficking

Terbukti, sejumlah warga Kabupaten Karawang masih saja menjadi korban praktek Human Trafficking yang dilakukan PJTKI nakal dengan dikirim ke sejumlah negara yang ada di wilayah Timur Tengah.

Salah seorang petugas lapangan dari salah satu PJTKI yang berkantor di Jakarta, Mei Risma (40) mengaku, baru baru ini dirinya telah memberangkatkan 3 orang Tenaga Kerja Wanita (TKW)ke negara Timur Tengah.

“Tiga orang TKW itu 2 orang diantaranya adalah warga asal Desa Ciparage Kecamatan Tempuran sementara 1 orang lainnya berasal dari Kecamatan Tirtajaya. Mereka semuanya saya berangkatkan melalui PT. Bahrindo Mahdi yang berkantor di Jl Ujung Gedong No. 24 RT. 09 RW. 10 Kelurahan Gedong Pasar Rebo Jakarta Timur, “kata Mei Risma saat berbincang dengan tintabiru.com pada Rabu (27/2/18).

Dikatakan, sebelum pemberangkatan ketiga orang TKW yang dilakukannya pada 3 hari yang lalu, 2 tahun yang silam dirinya bahkan telah memberangkatkan 9  TKW lainnya yang kesemuanya merupakan warga asal Kabupaten Karawang.

“Tugas yang diberikan PJTKI kepada saya hanya untuk rekruitment calon TKW saja. Selanjutnya saya mengantar para calon TKW hingga ke tempat medical check up. Di tempat medical check up itulah beberapa pegawai PJTKI datang untuk menjemput para calon TKW yang saya bawa, “paparnya.

Mei Risma menjelaskan, upah yang dia dapatkan untuk 1 orang  calon TKW yang non pengalaman adalah Rp7 juta, sementara untuk eks (pengalaman) upahnya lebih besar lagi.

“Kalau yang non pengalaman saya dikasih Rp7 juta, tapi kalau yang berpengalaman (eks) bayarannya lebih besar lagi, “tuturnya.

Pengakuan perempuan  yang tinggal di Desa Ciparage Kecamatan Tempuran itu menguatkan dugaan masih adanya praktek human trafficking (perdagangan manusia)yang dilakukan sejumlah PJTKI terhadap warga Kabupaten Karawang. Hal itu diketahui karena serah terima para calon TKW hanya cukup dilakukan di tempat medical check up untuk selanjutnya para petugas lapangan langsung menerima upah bayaran dari para calon TKW yang dibawanya tanpa melalui proses admintrasi dan prosedur yang bisa di pertanggung jawabkan.

“Masalah administrasi itu urusannya orang kantor, karena tugas saya hanya rekruitment saja, ”jelasnya.

Meski rekruitment yang dilakukan para orang suruhan PJTKI nakal itu marak terjadi di Kabupaten Karawang, namun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat belum melakukan tindakan antisipasi. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Belum Lunasi Pembayaran Siswi SMAN I Rengasdengklok Terancam Tak Bisa Ikut UN

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang siswi kelas XII SMAN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang …