Usaha Air Galon Milik Bumdes Dewisari Rengasdengklok Diduga Tak Berijin

Oleh: Sigit Ernowo

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Usaha air minum isi ulang dalam kemasan dengan merk “Sari Air” yang menghabiskan dana desa Pemerintah Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok hingga mencapai Rp133 juta ditengarai belum memiliki ijin penggunaan air bawah tanah.   Bahkan, kwalitas air bawah tanah yang diperjual belikan dalam kemasan galon tersebut tidak layak konsumsi.

Usaha penjualan air galon Bumdes Dewisari Kecamatan Rengasdengklok

Berdasarkan penelusuran dilokasi, Asep Sopandi, mengatakan usaha penjualan air minum yang diproduksi dengan cara pengeboran ke dalam tanah satu unit menggunakan mesin pompa air diakui belum memiliki ijin produksi dari instansi terkait. Saat ini, usaha yang menelan dana desa hingga ratusan juta rupiah tersebut masih mengajukan permohonan stempel halal dari instansi terkait.

“Anggaran sebesar Rp133 juta masih belum cukup untuk memenuhi kegiatan usaha penjualan air tanah yang kita ambil menggunakan pompa jet pam. Usulan yang direncanakan lebih dari angka tersebut, “kata Asep.

Ditempat terpisah, Yudhi, salah satu pengusaha yang memiliki jenis usaha yang sama persis dengan kegiatan Bumdes di Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, yakni penjualan air isi ulang dalam kemasan galon mengaku terkejut dengan besaran anggaran dana desa yang dihabiskan pengelola Bumdes Dewisari. Alasannya, Yudhi selaku pemilik jenis usaha yang sama hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp25 juta untuk menjalan usaha tersebut.

“Kan cuma beli mesin pompa, galon, ngebor tanah, pipa dan tenaga kerja saja. Silahkan dihitung saja kebutuhnya. Kalau saya pribadi enggak mau ambil risiko usaha tak seberapa, modal terlalu besar, “jelasnya.

Saat dihubungi via telepon seluler, Asep Wahyu, Camat Rengasdengklok mengklaim sudah memberikan teguran kepada pihak pengelola Bumdes Desa Dewisari agar segera mengurus kelengkapan ijin usaha penjualan air minum isi ulang dalam kemasan yang menggunakan air bawah tanah tersebut. Bahkan, Camat Rengasdengklok menampik telah memberikan ijin agar dana desa digunakan usaha penjualan air isi ulang yang dicurigai belum memiliki ijin resmi dari instansi terkait.

“Kita sudah meminta pengelola agar segera melakukan test laboratorium terlebih dahulu. Kami dari pihak Kecamatan belum memberikan ijin, siapa bilang kami sudah memberikan ijin?, “tegaa Camat Rengasdengklok saat dikonfrontir terkait keterangan pengelola Bumdes.

Mengetahui hal itu, Kapolsek Rengasdengklok saat dihubungi media ini siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait usaha penjualan air bawah tanah dalam kemasan jika memang laporan tersebut benar bahwa Bumdes Dewisari belum memiliki ijin resmi dari instansi terkait. Untuk sementara, Kapolsek Rengasdengklok akan berkoordinasi terlebih dahulu untuk terjun ke lapangan guna memastikan laporan tersebut.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha, salah satunya terkait ijin usaha resmi. Diantaranya ada juga ijin lingkungan terlebih dahulu, “jelasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: