Diduga Ada Oknum Terbitkan SPPT Gunakan Dokumen Palsu, Penyidik Polda Jabar Datangi Bapenda Karawang

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Tiga personil tim penyidik kriminal umum (Krimum) dari Polda Jabar Rabu (10/1/18) sore mendatangi kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab. Karawang.

Penyidik Krimum dari Polda Jabar saat berada di ruang Kabid Pajak dan PBB Bapenda Karawang pada Rabu (10/1/18) sore

Kedatangan ketiga orang tim penyidik dari Kepolisian Daerah Jawa Barat itu untuk menindaklanjuti laporan para ahli waris Kinem Senja (almarhum) yang dikuasakan kepada Asep Tatang Suryadi dan Andi Ruslan Mokoago yang dilaporkan pada pada Kamis (28/12/17/) lalu, dengan Surat Tanda Bukti Laporan Nomor: LP.B/ 1188/ XII/ 2017/ JABAR.

Dalam laporannya  dihadapan penyidik krimum Polda Jawa Barat, Asep Tatang Suryadi menjelaskan jika pada kasus tersebut diduga telah terjadi tindak pidana umum dalam hal penyerobotan tanah oleh oknum PT Pertani (Persero) Cab. Karawang atas tanah adat milik almarhum Kinem Senja seluas 32. 500 M2 dengan menggunakan SPPT PBB atas nama PT Pertani yang diterbitkan Bapenda Kab.Karawang.

Surat Tanda Bukti Laporan ke Polda Jabar

“Cukup banyak ditemukan adanya kejanggalan atas terbitnya SPPT PBB atas nama PT Pertani yang terletak di Desa Dawuan Barat Kecamatan Cikampek. Salah satunya adalah tanah milik Kinem Senja seluas 32. 500 M2 yang diserobot PT Pertani. Luas tanah yang tertulis di SPPT PBB atas nama PT Pertani seluas 33.145 M2. Berarti ada selisih sekitar 645 meter persegi, “kata pria yang akrab disapa Tatang Obet itu.

Dikatakan dia, bila menilik kepada surat dari Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang Nomor 1124/8-32.15/XII/2017 tanggal 11 Desember 2017, diketahui bahwa alas hak yang dimiliki PT Pertani berupa 3 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang masih tercatat atas nama Djamaludin Mamambai dan 1 Sertifikat Hak Milik (SHM) yang masih tercatat atas nama Nelson Jaya Kho.

“Bila seluruhnya dijumlahkan, maka luas areal tanah yang tercatat di sertifikat itu adalah 22. 950 meter persegi. Disini, ditemukan selisih yang sangat mencolok. Luas tanah milik Kinem Senja 32. 500 meter persegi, sedangkan luas tanah yang dimiliki PT Pertani yang mengacu pada sertifikat, luasnya hanya 22.950 meter persegi. Maka jelas ada selisih tanah seluas 9. 950 meter persegi, ”terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Pajak dan PBB Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang, Yayat Hidayatullah, kepada wartawan  menjelaskan, masalah sengketa lahan berupa penyerobotan SPPT yang kini dikalim sebagai milik PT. Pertani telah terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Bidang Pajak dan PBB di Bapenda.

“Selaku Kabid Pajak dan PBB Bapenda Karawang, saya hanya melihat pemilik sah tanah itu dari SPPT. Masalah ada penyerobotan SPPT dari Kinem Senja ke PT Pertani saya tidak tahu menahu, karena saya sendiri baru beberapa tahun saja menjabat sebagai Kepala Bidang Pajak dan PBB di Bapenda Karawang, “ujar Yayat. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: