Pengarugan Lahan Perhutani BKPH Cikiong KPH Purwakarta Diprotes Dua LSM

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Dua Lembaga Swadaya Masyarakat yakni LSM Gibas Cinta Damai dan LSM Perkasa akan melaporkan dugaan adanya sejumlah oknum yang bermain dalam pembebasan lahan perhutani BKPH Cikiong KPH Purwakarta. Pasalnya, lahan perhutani dipetak 42 Resort Cibuaya sudah siap diarug oleh PT. DELLA, salah satu rekanan Pertamina EP.

Ironisnya, selaku tuan rumah, Asisten Perhutani (ASPER) BKPH Cikiong KPH Purwakarta, Entis Sutisna mengaku tidak mengetahui kegiatan tersebut. Padahal proyek arugan itu lokasinya tidak jauh dengan objek wisata alam mangrove cikiong.

“Para Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) boleh tersenyum, sebab terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahun 2015 tentang Penggunaan Kawasan Hutan. Peraturan yang merupakan perubahan kedua terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2010 tersebut memuat kemudahan mendapatkan izin penggunaan kawasan hutan untuk eksplorasi migas. Pertanyaan kami, apakah PT. DELLA mengantongi Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH)? Jika terbukti tidak mengantongi ijin, maka kami dari LSM Perkasa bersama LSM Gibas Cinta Damai sepakat akan melaporkan kepada pihak terkait. Karena di dalam UU Nomor 41 tahun 1999 menegaskan, setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang di dalam kawasan hutan tanpa melalui pemberian Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang diterbitkan oleh Menteri Kehutanan  dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan, “kata  Koordinator LSM Perkasa Kecamatan Tirtajaya, Dede Rahmat, saat bincang dengan tintabiru.com Minggu (7/1/18) kemarin.

Di tempat yang sama, Ketua Sektor LSM Gibas Cinta Damai Kecamatan Tirtajaya, Usa Bagas menilai dalam kegiatan arugan yang menggunakan lahan perhutani tersebut terkesan ditutup-tutupi. Padahal kata dia, dari kegiatan pengarugan itu pasti akan menimbulkan dampak negatif seperti polusi debu, bising dan jalanan yang menjadi licin akibat ceceran tanah merah sehingga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Dikatakan dia, warga sekitar yang terkena dampak secara langsung dari proyek pengarugan itu hingga saat ini tidak mendapatkan kompensasi sedikit pun.

Parahnya lagi, selaku Asisten Perhutani (ASPER) BKPH Cikiong KPH Purwakarta, Entis Sutisna mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan pengarugan dimaksud.

Bagas menambahkan, tidak mungkin PT. DELLA mengantongi Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) jika pihak Perhutani tidak pernah diajak bicara.

Namun, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, selaku Asisten Perhutani BKPH Cikiong KPH Purwakarta, Entis Sutisna membenarkan jika pihak pelaksana (PT. DELLA) hingga saat ini belum pernah meminta ijin kepada pihak Perhutani terkait pengarugan tersebut. Pihak perhutani juga mengancam akan memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan cek lokasi. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: