Kamis, Desember 13th, 2018

LPG Bersubsidi Langka, Sekda Karawang Ancam Tindak Tegas PNS Gunakan Si Melon

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Agen dan pangkalan gas elpiji serta para pedagangnya bisa terancam sanksi pidana jika menjual gas bersubsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Warga Rengasdengklok Utara kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi 3 Kg

Selain telah ditetapkan dalam SK Bupati Karawang Nomor 542/Kep.629-Huk/2014 Tanggal 15 Desember 2014, HET termasuk PPN Rp 16.000 per tabung  di tingkat pangkalan (Sub Penyalur) kepada konsumen dan harga tersebut sudah termasuk biaya operasional Rp 1.145,30 dengan marjin (laba) Rp 900,-.

Selain telah ditetapkan melalui SK Bupati, HET juga diatur dalam pasal 32 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral juga telah melakukan koordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri atas pelaksanaan pembinaan dan pengawasan yang meliputi:

a. Ditaatinya Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG Tertentu
b. Kelancaran penyediaan dan pendistribusian LPG pada tingkat penyalur LPG ke konsumen LPG

Selain terancam pencabutan ijin, agen dan pangkalan serta pedagangnya juga bisa dikenai sanksi pidana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Drs. Teddy Rusfendy Sutisna mengatakan,  Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait membahas masalah kelangkaan LPG bersubsidi agar kelangkaan LPG tersebut bisa secepatnya diatasi.

Tak hanya itu, orang nomor 1 di jajaran PNS Karawang itu juga mewanti-wanti agar para PNS Kabupaten Karawang  tidak menggunakan gas bersubsidi yang biasa disebut si melon.

“Saya melarang keras para PNS Kabupaten Karawang agar tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 Kg. Jika kedapatan ada PNS Kabupaten Karawang yang mengunakan si melon, laporkan saja kepada kami dan sesegera mungkin kami akan menindaknya dengan tegas, “ancam  Tedy di sela-sela sela acara HUT Dharma Wanita yang digelar pada Kamis (14/12/17) lalu.

Kelangkaan LPG bersubsidi di kabupaten karawang telah merambah sampai ke pelosok desa. seorang ibu rumah tangga di Desa Tanjung pakis Kecamatan Pakisjaya, Mus (34) mengeluhkan perihal sulitnya mendapatkan si melon sehingga ia kesulitan saat akan memasak makanan.

“Kelangkaan LPG bersubsidi ini sudah sepekan dirasakan warga di Desa kami. Saya sendiri tidak dapat memasak karena langkanya si melon. Untuk mendapatkan gas 3 Kg ini saya harus berjalan jauh ke luar Desa meski harganya mencapai Rp 24. 000 pertabungnya, “keluhnya.

Kelangkaan LPG 3 tidak hanya dirasakan warga Kecamatan Pakisjaya, Muhammad Soleh (30) warga Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok juga merasakan hal yang sama. Hampir satu pekan lamanya warga di Desa tersebut juga tidak bisa memasak akibat langkanya si melon.

“Sudah satu minggu lamanya saya dan warga Desa Rengasdengklok Utara tidak bisa memasak. Jika kelangkaan si melon ini berlangsung lama, masyarakat ekonomi rendah terancam tidak bisa makan pak, “jelasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Partai Gerindra Ajak Masyarakat Rebut Kekuasaan

Oleh: Hasan Basri KARAWANG, TINTABIRU.COM – Ribuan massa dari pengurus dan simpatisan partai Gerindra Kabupaten …