Menteri Agama Resmikan 7 Kantor Pelayanan Haji Satu Atap di Kemenag Karawang

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (20/11/17) siang menandatangani peresmian 7 kantor Pelayanan Haji Satu Atap yang berada dibawah binaan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menandatangani peresmian 7 Kantor Pelayanan Haji Satu Atap di halaman kantor Kemenag Karawang

Peresmian 7 kantor pelayanan haji satu atap tersebut digelar di halaman Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karawang, dihadiri Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah, Amin, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Mohsen, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs.H. Ahmad Bukhori, Ketua Umum MUI Jawa Barat, para Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Jawa Barat, serta ratusan Aparatur Sipil Negara dibawah Kementerian Agama.

Tujuh kantor pelayanan haji satu atap yang ditanda tangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tersebut antara lain berada dibawah Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Indramayu.

Prosesi Gunting Pita Kantor Pelayanan Haji Satu Atap Kementrian Agama Kabupaten Karawang oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

Tak hanya itu, Lukman Hakim Saifuddin juga meresmikan 9 balai nikah dan manasik haji kecamatan dari 7 Kabupaten dan Kota, yakni: Balai Nikah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Subang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, dan Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat karena telah memiliki 9 kantor pelayanan haji satu atap.

“Apa yang kita lakukan adalah bagian dari komitmen kita memberikan layanan terbaik bagi semua umat beragama dimana pun kita berada, “kata Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya.

Apresiasi juga disampaikan  politisi asal partai berlambang Ka’bah itu seiring terus  diperbaikinya layanan balai nikah  dan manasik haji. Lukman Hakim Saifuddin berharap, dengan sarana pelayanan haji yang terus membaik, fungsi KUA juga harus tetap dioptimalkan untuk dua hal.

Fungsi pertama sebagai tempat bimbingan manasik haji. Kemenag ingin kualitas umat Islam semakin baik melalui jemaah haji, sehingga manasik perlu ditingkatkan dan perlu tempat yang baik.

“Manasik perlu perubahan mendasar, tidak semata ritual ibadah semata namun juga harus mampu menangkap makna dan ruh setiap ritual yang ada, “terangnya.

Fungsi kedua, KUA sebagai tempat pendidikan pra nikah. Kemenag mempersiapkan program bimbingan perkawinan sejak satu tahun silam.

Menteri Agama prihatin atas melonjaknya angka perceraian. Menurutnya, nilai pernikahan yang begitu sakral kini telah mengalami penurunan dan pergeseran nilai yang luar biasa. Dalam konteks ini, kata dia, program pendidikan pra nikah sangatlah begitu penting.

“KUA menjadi ujung tombak pendidikan ini. Kita ingin pendidikannya itu substantif dan mendalam, “tandasnya.

Beberapa Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji yang diresmikan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, pada Senin (20/11/17) siang di halaman Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karawang adalah:

1. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan
2. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan
3. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut
4. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut
5. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya
6. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang
7. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis
8. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur
9. Balai Nikah dan Manasik  Haji KUA Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, Ds. H. Ahmad Bukhori menyatakan, keberadaan kantor pelayanan haji satu atap menjadi upaya Kanwil Kemenag Provinsi dan Kantor Kemenag Kab dan Kota yang ada di Provinsi Jawa Barat dalam rangka  memberikan pelayanan yang baik bagi para calon jamaah haji.

“Dengan adanya kantor pelayanan haji satu atap ini, para calon jamaah haji yang mendaftar biasanya memakan waktu 2 hingga 3 hari, namun saat ini, para calon jamaah haji hanya butuh waktu 2 jam saja dalam melakukan pendaftaran. Bahkan kalau kosong hanya butuh 45 menit saja, “tegasnya.

Dikatakan Bukhori, kehadiran kantor pelayanan haji satu atap mampu memotong jalur pendaftaran yang sebelumnya terlalu panjang. Para calon jamaah haji yang sebelumnya  harus bolak-balik antara bank penerima setoran dengan Kantor Kemenag Kab atau Kota, sekarang telah berakhir karena calon jamaah haji hanya cukup mendatangi kantor pelayanan haji satu atap.

“Saat ini Provinsi Jawa Barat telah memiliki 9 kantor pelayanan haji satu atap, sehingga akan sangat memudahkan para calon jamaah haji, “pungkasnya. (*)

Baca Juga: Menteri Agama Tolak Piagam Penghargaan dari Forum KBIH Jawa Barat

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Ini Kata Saan Mustopa Mengenai Spanduk Dukungan Kang Emil Yang Disandingkan Dengan Setya Novanto

Oleh: Hasan Basri KARAWANG – Maraknya spanduk dukungan untuk bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan …