Minggu, Desember 16th, 2018

Mahfud MD Tertawakan Fredrich Yunadi Yang Berencana Laporkan KPK ke Pengadilan HAM Internasional

JAKARTA, TINTABIRU.COM – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menanggapi pernyataan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang akan menuntut KPK ke pengadilan HAM internasional. Seperti dilansir detiknews.com, Mahfud MD mengatakan pengadilan HAM internasional hanya untuk mengadili genosida dan kejahatan kemanusiaan.

Mahfud MD

Pernyataan Mahfud ini disampaikan melalui akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, Sabtu (18/11/2017). Mahfud menerangkan bahwa genosida dan kejahatan kemanusiaan itu mempunyai arti stipulatif.

“Friedrick akan melaporkan KPK ke Pengadilan HAM Internasional? Hahaha, Jangan-jangan Friedrick tak tahu bahwa pengadilan internasional tersebut hanya mengadili genosida dan kejahatan kemanusiaan. Genosida dan kejahatan kemanusiaan itu punya arti stipulatif, Bung. Tak bisa disuruh ngurusi Setvov,” tulis Mahfud.

Hingga pukul 08.50 WIB, cuitan Mahfud itu mendapat respons yang cukup banyak dari netizen. Pernyataan itu mendapat lebih dari 1.500 retweet dan ribuan  balasan cuitan.

Sebelumnya diberitakan, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mempertanyakan kewenangan KPK terkait penahanan kliennya. Penahanan Novanto dalam kondisi sakit juga dikritik Fredrich.

Fredrich menilai penahanan Novanto merupakan bentuk pelanggaran HAM. Fredrich juga berencana menuntut penahanan kliennya ini ke pengadilan HAM internasional.

“Kemudian juga dalam keadaan sakit cukup serius. Ini kan berarti pelanggaran HAM internasional yang di mana jelas, saya sudah lihat caranya kerja begini. Kami sudah merencanakan kita akan menuntut di pengadilan HAM internasional. Jadi saya persiapkan dalam waktu segera,” kata Fredrich di RSCM Kencana, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (17/11) kemarin. (js)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

TGB Dilanda Gempa

Oleh: Endang Saputera TINTABIRU.COM – Pada tahun 2016 PT Amman Mineral Internasional (AMI) membeli 82,2% …