Tahan dan Gunduli Rambut Ketua DKM, Ribuan Masyarakat Cilebar Kepung Kejari Karawang

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – Tak terima dengan penahanan seorang Ketua DKM, Kepala Desa dan salah seorang warga lainnya, Ribuan masyarakat Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang, Senin(6/11/17) pagi mengepung kantor Kejaksaan Negeri Karawang, yang terletak di Jalan R Suprapto Karawang.

Selain dikepung oleh ribuan masyarakat Kecamatan Cilebar, kantor Kejari Karawang juga digeruduk oleh beberapa pimpinan ormas dan LSM serta tokoh pemuda dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Karawang.

Suasana aksi desak Kejari Karawang untuk bebaskan Ketua DKM Masjid Al-Mukarromah Desa Tanjungsari, Kecamatan Cilebar

“Ini adalah bentuk ketidakadilan dari kasus hukum yang dipelintir oleh oknum para penegak hukum, “kata salah Lilis Mintarsih (43) seorang ibu warga Desa Tanjungsari Kecamatan Cilebar, yang ikut menyampaikan orasi di depan pintu gerbang Kejari Karawang.

Lilis Mintarsih mendesak pihak Kejari Karawang untuk segera membebaskan Ketua DKM Masjid Al-Mukarromah, Dusun Turi Barat, Kepala Desa Tanjungsari, Wawan, dan seorang Ibu Rumah Tangga, bernama Otih, yang dituduh melakukan penyerobotan tanah yang diatasnya dibangun sebuah Masjid bernama Al-Mukarromah yang terletak di Dusun Turi Barat Desa Tanjungsari Kecamatan Cilebar.

“Pelaku ( Nurlalela Manulang) yang melakukan pelaporan terhadap 3 orang yang kini statusnya dijadikan tersangka dan ditahan Kejari Karawang adalah orang yang mengklaim memiliki tanah itu. Dan kami tahu, dia bermain uang dengan salah satu oknum Jaksa yang ada di Kejari Karawang untuk bisa menyeret 3 orang warga Desa Tanjungsari supaya dijadikan tersangka dan segera ditahan, “kata Lilis Mintarsih.

Di tempat yang sama, ketua umum LSM Lodaya Jabar Banten, Nace Permana, mengutuk tindakan Kejari Karawang yang telah menahan dan menggunduli Ketua DKM Masjid Al-Mukarromah, tanpa dilengkapi bukti alat bukti yang kuat.

“Saya mengutuk tindakan Kejari Karawang yang telah memperlakukan Ketua DKM Masjid Al-Mukarromah dan Kepala Desa Tanjungsari serta seorang perempuan bernama Otih seperti memperlakukan seorang pencuri ayam, karena telah memperlakukan Ketua DKM dan Kepala Desa dengan menggunduli kepalanya, “kata Nace Permana.

Aksi permintaan untuk dibebaskannya tiga orang yang kini ditahan Kejari Karawang nyaris ricuh, setelah beberapa peserta aksi melakukan pelemparan botol air mineral ke dalam halaman Kejari Karawang. Tak hanya itu, para peserta aksi yang kepanasan akibat terkena terik matahari juga memicu nyaris terjadinya kericuhan tersebut. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Anggota Polres Karawang Bantah Adanya Pemerasan Terhadap Sejumlah Sopir Angkot Kuning 17

Oleh: Hasan Basri KARAWANG – Salah satu anggota Kepolisian dari Polres Karawang membantah pemberitaan mengenai …