Sidang Gugat Perdata Rp8 Milyar, Saksi Terakhir dari Kepolisian ini Terkesan Berikan Kesaksian Palsu

Oleh: Saut Sianipar SH

KARAWANG – Pengadilan Negeri Karawang Kamis (2/10/17) siang kemarin kembali melakukan pemeriksaan terhadap 3 saksi terakhir dari pihak Kepolisian dalam kasus gugat perdata Rp8 Milyar pada peristiwa salah tangkap yang mengorbankan 8 orang yang dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Karawang.

Sidang lanjutan gugat perdata senilai Rp8 Milyar tersebut digelar di ruang sidang Kusumah Atmaja, dipimpin Hakim Ketua, Muhammad Firman Akbar, SH, didampingi Hakim Anggota, Elvina, SH. MH dan Nenny Ekawaty Barus, SH. MH.

Dari 3 saksi yang dihadirkan, Asabi, selaku saksi pertama dari Polsek Klari mengatakan, sebelum kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan, 8 korban salah tangkap itu ditahan pada sebuah sel dengan ukuran 3×3 M dan dirinya tidak mengetahui secara persis, jika kedelapan orang korban salah tangkap itu didampingi atau tidaknya oleh seorang kuasa hukum yang akan membantunya di persidangan kelak.

”Setahu saya, kedelapan orang itu ditahan didalam sel yang berukuran 3×3 M dan mereka tidur dengan alas triplek. Saat itu yang membuat laporan kasus tersebut adalah Hasto. Sementara, saya tidak bertemu dengan penasehat hukum dari kedelapan orang tersangka, sehingga saya tidak tahu persis apakah kedelapan orang itu didampingi atau tidaknya oleh penasehat hukum, ”kata Asabi.

Epon, saksi kedua mengatakan, bahwa keluarga dari kedelapan korban salah tangkap sempat mendatangi rumah keluarga korban pembunuhan dan memberikan bantuan materi senilai Rp2 juta sebagai bantuan acara tahlilan.

“Setahu saya, setelah 3 hari pasca kejadian, seluruh orangtua tersangka, Pak Wakil Arab, Pak Amir dan Pak Lurah semuanya datang ke rumah keluarga korban. Pada saat itu, Pak Lurah mengatakan bahwa maksud kedatangan dari kedelapan keluarga itu untuk memohon maaf sekaligus untuk memberikan uang bantuan untuk acara tahlilan senilai senilai Rp8 juta, meski ytang diberikannya baru mencapai Rp2 juta saja, ”ujar Epon di depan Majelis Hakim.

Sementara, saksi terakhir, Didi, terlihat ragu dan plin plan dalam memberikan kesaksiannya di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karawang yang digelar pada Kamis (2/10/17) kemarin.

“Saya sama sekali tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban pembunuhan yang bernama “Sahrul Budiman”, kata Didi di persidangan.

Namun, dalam hitungan menit, kesaksian Didi di depan Majelis Hakim  berubah secara drastis. Saat Majelis Hakim kembali menanyakan status hubungannya dengan korban pembunuhan bernama “Sahrul Budiman”, Didi menyatakan jika dirinya masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban. Tak hanya itu, Didi juga terkesan mengada-ada dalam memberikan kesaksiannya.

“Selama saya hadir mengikuti persidangan kasus ini, saya pernah melihat Ibu Aneng berdiri di depan sel dan berhadapan dengan 3 orang terdakwa. Pada saat itu Ibu Aneng mengatakan, agar kedelapan orang tersangka tidak perlu mengakui perbuatan mereka. Saat itu, ibu Aneng mengenakan kerudung warna putih dengan baju yang juga berwarna putih, ”ucapnya.

Dikatakan, dirinya mengetahui percakapan tersebut, karena pada saat bersamaan dia sedang berada di dekat kuasa hukum kedelapan tersangka. Tak hanya itu, Didi juga memastikan bahwa pada saat itu ia berada di dekat Aneng Winengsih selama 15 menit dan mendengar semua yang dibicarakannya.

“Saya mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Aneng Winengsih kepada para kliennya. Pada saat itu, tidak ada orang lain di depan sel selain saya dan Aneng Winengsih, ”pungkasnya.

Terpisah, saat diwawancari beberapa awak media,  kuasa hukum 8 tersangka yang menjadi korban salah tangkap, Aneng Winengsih, menyatakan bahwa, apa yang dinyatakan para saksi dari Kepolisian adalah upaya untuk menyudutkan dirinya.

“Itu adalah hak mereka (saksi) yang ingin menyudutkan saya, kita lihat saja seperti apa. Yang jelas, hanya dia dan Tuhan yang mengetahui benar dan tidaknya kesaksian tersebut. Saya yakin, majelis hakim akan menilai kasus ini dengan sangat objektif, ”tegas Aneng Winengsih. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Sidang Sengketa Lahan di Karawang, Kuasa Hukum Tergugat Tolak Saksi dari Kelurahan

Oleh: Hasan Basri SIDANG kasus sengketa lahan antara Mintarsih vs Rosyid kembali digelar Pengadilan Negeri …