Ini Pengakuan David, ABG Asal Jatirasa Yang Menjadi Komplotan Penodongan di Komplek Resinda

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – David (14), Anak Baru Gede (ABG) asal lingkungan Jatirasa Barat RT.02 RW.14 Kelurahan Karangpawitan yang masih tercatat sebagai siswa kelas IX di SMPN 3 Karawang Barat itu mengaku tak tahu menahu jika dirinya akan diajak melakukan penodongan oleh temannya yang bernama Syihab (16) yang kemudian melarikan diri dan hingga kini masih dalam status pengejaran pihak Kepolisian.

Menurut pengakuan David, awalnya Syihab mengajaknya berboncengan sepeda motor, hingga kemudian keduanya berhenti di salah satu SPBU yang ada di jalan Interchange sebelum perum resinda untuk mengisi BBM.

David dimasukkan ke dalam mobil oleh pihak Kepolisian untuk menghindari amukan massa

“Saya tidak tahu jika Syihab mengajak saya naik motor untuk melakukan penodongan, “kata David, saat berbincang dengan tintabiru.com, Sabtu (4/11/17) siang di Pos Polisi resinda.

David mengatakan, saat mengendarai sepeda motor itu, dirinyalah yang mengemudikan motor tersebut, sementara Syihab bonceng dibelakangnya.

“Saya yang mengemudikan pak, sementara Syihab bonceng di belakang saya, “ujarnya.

David diamankan kedalam mobil warna hitam yang terparkir di halaman Pos Polisi Resinda

Dijelaskan, sesaat setelah mengisi BBM di SPBU sebelum perum resinda, David kemudian menolak untuk meneruskan perjalanan karena ia tidak mengetahui secara pasti arah dan tujuannya.

Namun terang dia, saat dirinya mengajak pulang, Syihab memaksanya dengan cara menodongkan pistol ke tubuh David.

“Setelah mengisi BBM di SPBU, saya sempat mengajak pulang, namun Syihab malah menodongkan pistol ke tubuh saya, sehingga saya tidak bisa melawan, “tegasnya.

Sepeda motor yang dikemudikan David akhirnya dibelokkan ke arah perum resinda atas perintah Syihab. Tak berapa lama berselang, paparnya, sepeda motor yang dikemudikannya tiba-tiba diperintahkan untuk berhenti saat melihat ada seorang pekerja kuli bangunan duduk menyendiri di dekat sebuah motor FU.

“Tiba-tiba Syihab turun dari motor dan langsung memegang tubuh Teguh (22) dari belakang sambil menodongkan pistol. Saat itu pula Syihab mengancam Teguh dan meminta kunci kontak motor FU tersebut, “papar David di depan anggota polisi yang berjaga di Pos Polisi resinda.

Saat Teguh melakukan perlawanan hingga mengakibatkan Syihab terpental, Syihab langsung mengambil langkah seribu dengan cara lari dan menceburkan diri ke semak-semak yang ada di depan Resinda Park Mall.

“Syihab kabur melarikan diri sementara saya menjadi bulan-bulanan warga yang melihat kejadian tersebut, karena saya diteriaki begal, “kilahnya.

Beruntung, nyawa siswa kelas IX SMPN 3 Karawang Barat itu tertolong dengan kehadiran beberapa personil Kepolisian dari Pos Pol resinda.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, David kemudian digelandang ke Mapolsek Telukjambe Timur untuk dilakukan penyeledikan lebih lanjut oleh pihak Kepolisian.

Sementara, Syihab yang menceburkan diri ke rawa-rawa hingga kini nasibnya masih belum diketahui dan masih berstatus sebagai buronan pihak Kepolisian Polsek Telukjambe Timur. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

8 Begal Sadis Karawang Dibekuk Polisi Bekasi, Begini Ceritanya…

Reporter: Fajar Sukma BEKASI – Sebanyak 8 (delapan) orang pelaku begal dibekuk Satuan Reskrim Polres …