Tidak Terima Disebut Jablay Oleh Pegawai Hotel PR, Pengunjung ini Tuntut Ganti Rugi Rp20 Juta

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – Akibat diteriaki sebagai “Jablay” oleh salah seorang pekerja hotel dan tamu lainnya, seorang pengunjung yang baru saja check in di hotel Permata Ruby berinisial NH (30), melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian setempat dan menuntut ganti rugi senilai Rp20 juta.

Kejadian berawal, saat NH yang baru saja tiba dari Jogjakarta ke kota Karawang pada Sabtu (28/10/17) sore untuk menghadiri kegiatan keagamaan di salah satu Klenteng yang ada di sekitaran Jalan Tuparev Karawang, memutuskan untuk menginap di hotel tersebut, dengan alasan, karena kediaman milik orang tuanya tidak terlalu luas.

NH (30) melaporkan kasus penghinaan terhadap dirinya ke Mapolsek Karawang Kota

“Saya tiba di Karawang sekitar pukul 16:00 WIB, karena kediaman orang tua saya tidak terlalu besar, maka saya putuskan untuk menginap di hotel Permata Ruby, “kata NH saat berbincang dengan tintabiru.com, di Mapolsek Karawang Kota pada Sabtu (28/10/17) malam.

Dikatakan, saat ia baru saja membayar biaya menginap kepada salah seorang resepsionis, salah seorang pekerja lainnya tiba-tiba meneriakinya sebagai jablay sambil menendang salah satu gong (alat musik) yang ada di dalam hotel tersebut.

“Lima belas menit setelah saya masuk ke kamar, tiba-tiba pekerja hotel meneriaki saya sebagai jablay sambil kakinya menendang sebuah gong dengan keras. Teriakan yang sama juga dilontarkan oleh salah seorang pengunjung perempuan yang mengaku sering menginap di hotel tersebut, sambil tangannya menunjuk ke arah saya, “jelas NH.

Menyikapi dirinya yang dituduh sebagai seorang jablay sambil ditunjuk tangan oleh orang yang tidak dikenalnya, NH yang telah memiliki seorang suami itu langsung membantah tuduhan tersebut dan melaporkan kedua orang yang menuduhnya kepada pihak kepolisian.

“Terus terang mas, saya tidak terima dengan tuduhan mereka, apalagi saya tidak mengenal kedua orang tersebut. Sementara saya menginap di hotel ini tidaklah gratis, karena sebelumnya saya terlebih dahulu telah membayar biaya untuk menginap sebesar Rp225 ribu, “tadas NH.

Ditambahkan, sebelum ia mempolisikan kasus penghinaan yang dilakukan kedua orang yang menyebutnya sebagai jablay di muka umum, manager hotel Permata Ruby langsung menemuinya dan meminta maaf dengan menjanjikan menginap secara gratis selama 3 hari untuk menyudahi kasus tersebut.

“Saya menolak tawaran gratis menginap di hotel itu selama 3 hari untuk menyudahi kasus penghinaan terhadap diri saya. Karena ini adalah menyangkut soal harga diri, maka saya menuntut kedua pelaku untuk membayar ganti rugi sebesar Rp20 juta, “tegas NH.

Dengan didampingi Ayah dan beberapa orang saudaranya, sekitar pukul 23:00 WIB, NH mendatangi Mapolsek Karawang Kota untuk melaporkan kasus penghinaan di muka umum yang dialamatkan terhadap dirinya.

“Puteri saya telah memiliki suami, selama ini dia tinggal bersama suaminya di Jogjakarta. Alasan kenapa dia memilih menginap di hotel Permata Ruby, selain karena rumah kami tidak terlalu luas, jarak antara Klenteng dengan hotel ini juga tidak terlalu jauh ditambah alasan lainnya seperti biaya menginap di hotel ini yang lebih murah dan jaraknya tidak begitu jauh, “kata Henky Gunawan (60) ayah NH.

Laporan NH diterima Brigpol Setiyadi, salah seorang anggota Kepolisian Polsek Karawang Kota yang tengah melakukan piket jaga.

“Jika kasus ini berlanjut hingga ke pengadilan, kedua pelaku penghinaan bisa dijerat pasal 310 dengan ancaman 9 bulan penjara, “ujar Brigpol Setiyadi. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

LSM GSMB Akan Kawal Kasus Penyerobotan Tanah Bengkok Milik Desa Batujaya

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG – Akibat tanah bengkok milik Pemerintahan Desa diserobot oleh orang yang …