Ratusan Pondok Pesantren Menjamur di Kota Pangkal Perjuangan, Kemenag Berharap Karawang Jadi Kota Santri

Oleh: Ubes Nur Islam

KARAWANG – Terwujudnya kehidupan masyarakat Karawang yang “Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur” adalah impian dan cita-cita tertinggi bagi semua pemimpin yang ada di “Bumi Pangkal Perjuangan”.

Hal itu ditegaskan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Karawang, H. Sopian, saat ditemui tintabiru.com, pada Kamis (26/10/17) malam, disela-sela kegiatan pengajian rutin bulanan yang digelar di lapangan kantor Kementrian Agama setempat, dengan tema ”Karawang Menuju Kota Santri”.

“Karawang merupakan kota majemuk, masyarakatnya masih kuat memegang dasar dan nilai budaya kearifan lokal serta prinsip keagamaan leluhur yang kokoh, maka  istilah kata santri menjadi ikon tersendiri, “kata H. Sopian.

Dijelaskan dia, kata santri bukan hanya sebuah istilah biasa yang sering digunakan bagi murid, siswa, pelajar pada sebuah pondok pesantren. Menurutnya, istilah santri telah menjadi kata akronim yang mengandung filosopis tersendiri.

S dari kata santri berarti Sejatera, berarti Aman, N berarti Nyaman, T berarti Tertib, R berarti Rukun, dan I artinya Indah, “paparnya dihadapan sejumlah wartawan.

Bagi masyarakat Kabupaten Karawang, budaya santri berarti budaya tawadhu dan berbudi, karena istilah santri sendiri lahir dari pondok pesantren. Hal itu bisa dilihat dengan menjamurnya ratusan pondok pesantren yang ada di Kota Pangkal Perjuangan ini.

“Di Kabupaten Karawang ini, ada lebih dari 500 an Pondok Pesantren berdiri di tengah masyarakat, “katanya.

Melalui sitem wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, para penyelegggara pondok pesantren tidak kalah ketinggalan dengan sekolah umum lainnya dalam melaksanakan pendidikan formal maupun non formal.

Beberapa tahun terakhir, pengelolaan bantuan anggaran pedidikan yang berasal dari pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi Pondok Pesantren, sempat terhambat, termasuk anggaran untuk jalur pendidikan formal, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Meski demikian, pengelolaan anggaran pendidikan tersebut pada bulan depan Insya Allah akan segera dicairkan oleh pemerintah, “tandasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Kapolres Purwakarta Sambangi Ponpes Madinah Darul Barokah

Oleh: Dadang Aripudin PURWAKARTA – Kapolres Purwakarta, AKBP Hanny Hidayat S.iK bersama isteri Della Hanny …