Gila!! Ada Bank “Emok” Berlabel Syariah, Jika Mau Pinjam Uang, Calon Debitur Diwajibkan Beli Ponsel

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG – Gara-gara dipaksa untuk membeli ponsel yang disediakan pihak bank BTPN Syariah, salah seorang nasabah Bank Tabungan Pensiunan  Nasional (BTPN) Syariah cabang Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, cekcok dengan petugas bank.

Adu mulut itu bermula, saat kelompok peminjam  menolak  jika  diwajibkan membeli ponsel yang disediakan bank tersebut. Disisi lain, petugas BTPN Syariah juga ngotot agar kelompok peminjam harus membeli ponsel yang disediakan.

“Tadinya saya akan kembali mengajukan pinjaman ke BTPN Syariah, tapi akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan diri, karena saya diharuskan membeli  ponsel  secara tunai dari pencairan uang yang saya pinjam, ”kata Ijah (45) saat ditemui tintabiru.com dikediamannya, Rabu (25/10/17).

Dikatakan dia, BTPN Syariah harusnya memberikan pinjaman modal bagi para pelaku UKM, agar uang yang dipinjamnya itu bisa berkembang dan bermanfaat bagi kelompok Usaha Kecil dan Menengah.  Menurutnya, bagaimana mungkin pembayaran angsuran ke bank tersebut bisa dibayar secara lancar, jika pencairan pinjamannya harus dipotong untuk membayar ponsel.

“Dulu saya pernah meminjam uang dari bank BTPN Syariah disini sebesar Rp6 juta, dan pembayarannya dilakukan secara mengangsur selama 1 tahun. Dalam waktu 12 bulan itu berarti hutang saya menjadi Rp7,8 juta. Artinya, selama 1 tahun itu bunga pinjamannya sebesar Rp1,8 juta. Tak hanya itu, saya juga masih diwajibkan untuk mengkredit ponsel merk LG BTPN Syariah dengan cicilan  Rp24 ribu per bulan selama 12 bulan.  Saat itu memang saya tidak keberatan, meski ponselnya kemahalan, sebab saat itu saya sedang membutuhkan uang pinjaman untuk menambah modal usaha warung. Akan tetapi, jika pinjaman yang kedua masih diwajibkan untuk  membeli ponsel kembali, lebih baik saya keluar dari kelompok peminjam bank ini, “kata Ijah.

Cekcok mulut yang terjadi antara petugas BTPN Syariah dengan anggota kelompok “Emok” Dusun Karanganyar RT. 14 RW. 05 Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, berlangsung seru. Pasalnya, kelompok peminjam ini sangat keberatan jika diwajibkan kembali untuk membeli ponsel pada pinjaman yang kedua.

Sementara, petugas BTPN Syariah tetap ngotot mewajibkan kelompok peminjam untuk kembali membeli ponsel yang telah disediakan petugas bank dengan alasan bahwa, persyaratan membeli ponsel itu menjadi satu paket saat calon nasabah mengajukan pinjaman.

Petugas BTPN Syariah juga mengancam kelompok “Emok”  dengan tidak akan menyetujui pengajuan aplikasi pinjamannya, jika mereka tidak membeli ponsel yang disediakan.

Sistem yang diterapkan BTPN Syariah Cabang Rengasdengklok Kabupaten Karawang ini dinilai tidak menggunakan prinsip-prinsip  syariah Islam. Sebab, tujuan bank syariah adalah  mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk bermuamalat secara islami, khususnya mu’amalat yang berhubungan dengan perbankan, agar bisa terhindar dari segala praktek riba atau jenis usaha dan perdagangan lainnya yang mengandung unsur gharar/ penipuan. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin