2500 Santri di Karawang Gelar Apel Hari Santri Nasional 2017

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – 2500 santri yang ada di Kabupaten Karawang, Minggu (22/10/17) pagi menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional 2017 di lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Karawang.

Apel peringatan Hari santri Nasional ini adalah kali pertama yang digelar bersama Pemda Karawang dihadiri Ketua PCNU Karawang, K.H. Ahmad Ruhiyat Hasbi, Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Wakil Bupati H. Ahmad Zamakhsyari, serta segenap unsur Muspida lainnya seperti Kapolres Karawang, AKBP. Ade Ary Syam Indradi, para Kepala OPD, serta para tokoh agama dan 2500 santriwan dan santriwati yang ada di Kota Pangkal Perjuangan.

Dalam sambutannya, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana mengatakan bahwa, saat ini santri hidup di tengah era digital yang tidak bisa terhindarkan.

“Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat raya yang dibingkis dalam dunia maya. Internet mempunyai aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet juga telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Maka santri perlu memperalat teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga, dan martabat seseorang. Maka ilmu fiqh yang didapat para santri harus menjadi bekal dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, “kata Cellica dalam sambutannya.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2017 merupakan tahun ketiga bagi para santri dalam merayakan hari besarnya. Peringatan ini berdasarkan surat keputusan Presiden (Keppres) nomor 22 tahun 2015, tentang Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober atau dalam kalender Islam betepatan dengan tanggal 9 Muharram.

Peringatan akan Hari Santri Nasional adalah bukti kuat dari pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan RI.

Sementara, pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang pernah dikobarkan oleh Hadlratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rois Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945 silam. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin