Selasa, September 25th, 2018

PT. Pupuk Indonesia Prioritaskan Pupuk Untuk Kebutuhan Petani Dalam Negeri

Oleh: Riady Hidayat

KARAWANG, TINTABIRU.COM – PT. Pupuk Indonesia (Persero) saat ini terus memprioritaskan distribusi pupuk untuk kebutuhan dalam negeri. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi datangnya musim tanam yang tiba pada bulan Oktober 2017, sekaligus agar stok pupuk di sektor tanaman pangan menjadi aman dan terkendali.

Pernyataan diatas dikatakan Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat, saat menggelar kunjungan ke Gudang Lini III Kabupaten Karawang  dalam rangka mengecek gudang dan distribusi pupuk di kota berjuluk “Lumbung Padi Nasional”.

PT. Pupuk Indonesia terus berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri

Menurutnya, kendati permintaan ekspor urea Pupuk Indonesia cukup tinggi, namun pihaknya akan lebih mengutamakan pemenuhan untuk kebutuhan dalam negeri, mengingat musim tanam dan musim penghujan datang di bulan Oktober 2017.

“Memasuki musim tanam tahun 2017 ini, secara nasional, penyaluran pupuk ke sektor tanaman pangan khususnya pupuk bersubsidi cukup baik. Stok pupuk yang tersedia saat ini juga cukup aman hingga 2 Oktober 2017 mendatang, “katanya kepada sejumlah wartawan pada Rabu (4/10/17).

Aas menambahkan, secara nasional, total stok pupuk di lini III dan lini IV atau di gudang Kabupaten dan kios adalah sebanyak 1.189.455 Ton. Jumlah ini meningkat lebih dari 3 kali lipat dari ketentuan stok yang ada. Jumlah tersebut, sambung dia, belum termasuk stok yang terdapat di gudang pabrik dan Provinsi.

Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia (Aas Asikin Ida) saat menggelar kunjungan ke Gudang Lini III Kabupaten Karawang pada Rabu 4/10/17

Rincian stok nasional di Lini III dan lini IV tersebut, ujar dia, terdiri dari 566.795 ton urea, 310.875 ton NPK, 135.500 ton SP36, 112.927 ton ZA dan 63.358 ton Organik. Jumlah ini menurut Aas cukup untuk 2 bulan ke depan.

Mengenai jumlah distribusi pupuk, papar dia, hingga akhir September 2017, PT. Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 2.652.877 ton, NPK 1.734.810 ton, SP-36  sebanyak 592.089 ton, ZA sebanyak 673.401 ton dan organik sebanyak 432.944 ton.

“Di Provinsi Jawa Barat, PT. Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk sebanyak 4 kali lipat melebihi alokasi yang telah ditentukan oleh Pemerintah. Sehingga stok pupuk ini akan mampu  memenuhi kebutuhan petani hingga musim tanam tiba, ”jelasnya.

Saat ini, tutur dia, stok pupuk yang terdapat di gudang Lini III dan IV yang ada di Provinsi Jawa Barat, per tanggal 2 Oktober 2017 adalah, untuk urea sebanyak 91.485 ton. Dan angka ini mencapai 4 kali lipat dari ketentuan stok Pemerintah, yakni  18.764 Ton.

Sementara, kata dia, untuk stok pupuk jenis lainnya adalah, NPK sebanyak 32.164 ton, SP-36 sebanyak 24.785 ton, ZA sebesar 9.389 ton dan organik sebanyak 10.069 ton.

Diterangkan dia, hingga akhir September 2017, penyaluran pupuk di wilayah Provinsi Jawa Barat mencapai, untuk pupuk urea bersubsidi sejumlah 348.100 ton, NPK 213.044 ton, SP-36  sebanyak 118.108 ton, ZA sebanyak 47.322 ton dan organik sebesar 25.266 ton.

Diungkapkan dia, Provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang menjadi lumbung padi nasional, dengan kebutuhan alokasi pupuk per tahunnya mencapai 581 ribu ton pupuk urea.

“Sebagai operator produsen pupuk di Indonesia, kami sangat bertanggung jawab untuk melakukan pemantauan secara intensif mengenai pengamanan stok kebutuhan pupuk urea bersubsidi yang diperuntukkan bagi petani, ”pungkasnya.

Menanggapi kemungkinan akan kelangkaan pupuk bersubsidi saat tibanya musim tanam, Aas menyatakan jika pihaknya telah melakukan antisipasi dengan cara meningkatkan sistem monitoring distribusi, menambah jumlah tenaga pemasaran di setiap daerah, serta memperkuat armada transportasi baik di darat maupun di laut, disamping pihaknya juga melipat gandakan ketersediaan jumlah pupuk tersebut.

Sementara, mengenai faktor lain yang dianggap bisa menghambat distribusi pupuk seperti terjadinya cuaca buruk, Aas menjelaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan perencanaan logistik secara matang.

“Kami akan meningkatkan perencanaan logistik untuk mencegah terjadinya keterlambatan pengiriman pupuk ke setiap daerah, “urainya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin