Ketua Majelis Ta’lim ini Minta Masyarakat Bekasi Jaga Pembangunan di Cikarang

Oleh: Hasan Basri

BEKASI – Dahulu, Cikarang adalah sebuah kecamatan terpencil yang terletak di Timur Bekasi. Daerah ini dulunya merupakan daerah tertinggal dan hanya dipandang sebelah mata.

Kini, Cikarang menjelma menjadi sebuah kota yang pesat dan terus bergerak. Majunya pembangunan di daerah Cikarang membuat iri semua orang yang melihatnya.

Hj. Nurlaela (Ketua Majelis Ta’lim kaum Ibu Kabupaten Bekasi)

Tak hanya itu, Cikarang juga menjadi sorotan berbagai media massa. Alasannya tentu sederhana, karena kota ini menjadi Kota Masa Depan dan menjadi ikon baru Kabupaten Bekasi.

Salah satu Mahakarya masyarakat Cikarang adalah hadirnya pembangunan “Kota Baru Meikarta”. Mega proyek monumental ini mampu menyedot perhatian masyarakat indonesia bahkan dunia, sehingga semua mata tertuju kepada kota yang berjuluk “Shenzhen di Timur Jakarta” itu.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Majelis Ta’lim ibu-ibu se Kabupaten Bekasi, Ustadzah Hj. Nurlalela mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan yang ada di Kabupaten berjuluk “Kota Patriot” tersebut.

Hal itu dikatakan Hj. Ustadzah Nurlaela, saat ditemui sejumlah wartawan di kediamannya pada rabu (4/10/17).

“Sebagai masyarakat Kabupaten Bekasi, saya sangat apresiasi sekali dengan hadirnya Kota Baru Meikarta. Hadirnya Meikarta merupakan bukti bahwa Cikarang  tidak mau ketinggalan dengan daerah lain, ”kata Hj. Nurlaela.

Menurut dia, siapapun orangnya dan dari manapun asalnya, jika akan membuat suasana gaduh di Cikarang, maka ia bersama dengan masyarakat lainnya yang ada di Kabupaten bekasi akan mengusirnya.

“Jika mereka datang ke Cikarang untuk membuat gaduh suasana, maka saya dan masyarakat Cikarang lainnya akan mengusir mereka untuk keluar dari Kabupaten Bekasi. Namun bila niatannya baik untuk membangun Cikarang, maka kami akan menerima dengan tangan terbuka, “katanya.

Dijelaskan dia, tanpa investor dari luar maka keberadaan Cikarang tidak mungkin menjadi kota yang maju seperti saat ini.

“Tanpa ada orang luar dan tanpa investor yang datang,  Cikarang tidak akan mungkin bisa maju seperti sekarang, ”tuturnya.

Perempuan yang akrab disapa Hj. Ela itu menungkapkan, jika ia dan leluhurnya merupakan masyarakat asli pribumi Kabupaten Bekasi.

“Saya adalah pribumi asli Bekasi. Ayah, Ibu, Nenek dan leluhur saya keatasnya adalah pejuang  dan asli penduduk pribumi Bekasi. Dahulu, mencari air untuk mandi, minum dan mencuci pakaian saja sulitnya bukan main. Namun, setelah Kabupaten Bekasi menjadi maju, kemudian ada orang yang mau menganggu pembangunan yang ada di Kabupaten ini, maka kami selaku masyarakat Cikarang akan siap menghadapinya. Jadi, mereka yang akan mengganggu pembangunan di kota kami, Janganlah macam-macam, “tegasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Ini Pernyataan “Srikandi dari Ujung Timur Jakarta” Terkait Komentar Akun WhatsApp Aisyah

Oleh: Hasan Basri BEKASI – Akun WhatsApp bernama “Aisyah” membuat geger jagad dunia maya Kabupaten …