Ini Pernyataan “Srikandi dari Ujung Timur Jakarta” Terkait Komentar Akun WhatsApp Aisyah

Oleh: Hasan Basri

BEKASI – Akun WhatsApp bernama “Aisyah” membuat geger jagad dunia maya Kabupaten Bekasi. Meski pengguna akun WhatsApp tersebut namanya terkesan islami, namun komentarnya pada salah satu group WhatsApp tidak menunjukkan citranya sebagai seorang muslimah yang berkhlaq secara islam.

Seperti yang dikutip dari salah satu group WhatsApp tertanggal 2/10/17), Aisyah berkomentar dengan kalimat “ketahuan banget banyak penjilat dan peliharaannya Meikarta ini, …. hadeuh”  tersebut menuai banyak protes dan kecaman, sehingga membuat marah masyarakat Kabupaten Bekasi.

Hj. Rini Hariyani (Ketua Komunitas Kerukunan Keluarga Betawi-Bekasi)

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komunitas Kerukunan Keluarga Betawi-Bekasi, Hj. Rini Hariyani menyesalkan komentar yang dilontarkan Aisyah.

Perempuan yang akrab disapa “Srikandi dari Ujung Timur Jakarta” ini merasa tidak suka saat membaca komentar Aisyah.

“Penggunaan kalimat “penjilat dan Peliharaan” itu adalah bahasa yang diidentikkan kepada binatang. Berarti pengguna Akun WhatsApp tersebut mengganggap kami seperti binatang. Saya merasa tersinggung dong, “katanya, saat diwawancarai wartawan.

Dikatakan dia, hendaknya Aisyah lebih berhati-hati sebelum berkomentar, sehingga tidak mendapatkan kecaman dari masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Selaku masyarakat Bekasi yang mendukung pembangunan Kota Baru Meikarta, kami berharap, Kabupaten Bekasi akan menjadi Kabupaten yang maju seperti halnya daerah lain yang telah mengalami kemajuan. Jadi, kami bukanlah penjilat atau peliharaan Meikarta, “ujarnya.

Dijelaskan dia, adalah hal yang wajar jika masyarakat Bekasi mendukung dan bersinergi dalam pembangunan Kota Baru Meikarta. Sementara, aku dia, sekelas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bahkan mengunjungi Meikarta sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Menurut kami, siapapun orangnya dan dari kalangan manapun ia berasal, jika akan berkomentar ataupun mengeluarkan opini, mestinya harus difilter dulu. Saya pribadi selaku ketua Komunitas Kerukunan Keluarga Betawi-Bekasi setuju dan mendukung niatan Ketua DPC Pejuang Siliwangi yang akan melaporkan pemilik akun WhastApp tersebut, “tandasnya.

Perempuan yang tinggal di wilayah Kecamatan Cikarang Utara itu mengingatkan para pengguna medsos untuk lebih berhati-hati. Menurutnya, pasca diterbitkannya UU ITE Tahun 2016, maka segala bentuk tulisan yang ada di media sosal bisa dijadikan sebagai barang bukti untuk menjerat pelakunya ke ranah hukum.

“Sebaiknya jangan asal bicara jika belum tahu permasalahannya, karena akan menjadi boomerang bagi diri pemilik akun. Selaku warga Cikarang, kami berharap tidak ada warga ataupun kelompok masyarakat  yang menghalangi-halangi pembangunan di kota kami, “tegasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Penyanyi Cilik Jebolan IR99 Production ini Mampu Menggoyang Jababeka

Oleh: Hasan Basri BEKASI – Puput (panggilan akrab Putri Rahardian), anak perempuan yang baru duduk di …