Kamis, November 15th, 2018

Anak Penghulu KUA Banyusari Aniaya Isterinya Hingga Luka Memar, Padahal Sang Isteri Tengah Mengandung

Oleh: Dadang Aripudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Akibat menjadi korban KDRT, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Jungklang RT. 02 RW. 03 Desa Pamekaran Kecamatan Banyusari melaporkan suaminya ke Mapolres Karawang.

Perempuan berinisial FM (Fia Maghfiroh) itu mengaku telah dianiaya oleh suaminya sendiri, FA (Fahmi Agustian), yang diketahui merupakan putera dari salah seorang penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyusari. Padahal menurut pengakuan FM, saat ini dirinya tengah mengandung janin hasil pernikahannya dengan si pelaku.

Kondisi tangan Fia Maghfiroh yang mengalami luka memar akibat dianiaya suaminya

“Awalnya saya meminta kepada pelaku yang merupakan suami saya, agar pernikahan kami bisa diterima dan diakui oleh kedua orang tua pelaku. Namun sesaat kemudian saya dan suami terlibat cekcok, dan tiba-tiba suami saya menarik tangan saya hingga kemudian dipelintir dan dicubit. Bahkan suami pun menampar kedua pipi saya dan mendorongnya ke ketembok, ”kata FM, Senin (18/9/17).

Dikatakan dia, selain pelaku memelintir tangan dan menampar kedua pipinya, FA bahkan menendang kaki korban. Akibat kejadian tersebut, korban harus mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Kaki korban juga mengalami luka akibat ditendang pelaku KDRT (suami)

‘’Awalnya saya merahasiakan kejadian ini kepada kedua orang tua saya. Saat ayah saya menanyakan perihal luka memar yang ada di tubuh saya, saya hanya menjawab jika luka memar itu adalah pengaruh kandungan. Namun karena selalu didesak, akhirnya saya berterus terang kepada ayah saya. Dan pada saat itu juga saya langsung dibawa berobat ke rumah sakit puriasih jatisari, ”ujar FM.

Melihat puterinya mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya, Asep Rohmatin, yang merupakan ayah korban mengaku tidak terima dengan perlakukan pelaku yang merupakan menantunya sendiri.

“Ini sudah keterlaluan. Meski pernikahan puteri saya dengan FA hingga kini tidak direstui oleh orang tua pelaku, namun itu tidak jadi masalah, namun jangan sampai disiksa seperti ini. Kasus penganiayaan ini akan kami bawa ke meja hukum, dan kami telah melaporkannya ke Mapolres Karawang, pada Minggu (17/9/17) siang kemarin, ”tandas Asep Rohmatin.

Diketahui, kasus penganiayaan yang dilakukan FA terhadap FM dilakukan pada Sabtu (16/9/17) di sebuah kontrakan di Jl. HS Ronggo Waluyo, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Parah!! Bawa 5 Paket Shabu di Lingkungan Polres Karawang Oknum Polisi ini Akhirnya Ditangkap Kasat Narkoba

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang oknum anggota polisi bernama Asep Dedi (AD) yang …