PT. Pupuk Kujang Cikampek Jamin Ketersediaan Pupuk Petani di Musim Rendeng 2017-2018

Oleh: Dadang Aripudin

KARAWANG – Memasuki musim tanam utama (musim rendeng) tahun 2017-2018 yang akan dimulai pada awal Oktober mendatang, PT. Pupuk Kujang Cikampek menjamin ketersediaan  pupuk untuk kebutuhan petani dalam posisi aman.

Hal itu dikatakan Manager Komunikasi Perusahaan PT. Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan, saat ditemui tintabiru.com di ruang kerjanya, Kamis (7/9/17).

Ade Cahyadi Kurniawan memastikan, seluruh penyaluran dan pengadaan pupuk bersubsidi di lapangan akan berjalan dengan baik dan lancar hingga penyaluran pupuk tersebut bisa sampai ke tangan petani, dan musim tanam tahun ini tidak akan terhambat.

“Di sekitar wilayah yang menjadi tanggung jawab PT. Pupuk Kujang Cikampek yakni, Jawa Barat dan Banten, kami memastikan ketersediaan pupuk dari gudang produsen hingga ke tingkat distributor dan pengecer akan mampu memenuhi kebutuhan petani lebih dari ketentuan dua minggu kedepan. Hal ini dapat dilihat pada total posisi stok pupuk urea bersubsidi pada awal September 2017 di gudang lini II produsen dan gudang lini III distributor dengan jumlah total 160.000  Ton urea, “kata Ade Cahyadi Kurniawan.

Ade Cahyadi Kurniawan (Manager Komunikasi PT. Pupuk Kujang Cikampek)

Menurutnya, jumlah diatas tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan untuk 2 minggu kedepan, namun akan mampu memenuhi kebutuhan hingga 2 bulan kedepan.

“Stok pupuk telah tersedia, dan stok akan terus bertambah dari produksi dua pabrik sejumlah 3500 ton per hari, sehingga para petani tidak perlu khawatir dalam menyambut musim rendeng tahun ini, “jelasnya.

Dikatakan dia, realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di wilayah Jawa Barat dan Banten hingga awal September 2017 sejumlah 371.000 ton atau sekitar 96,82 persen dibandingkan dengan ketentuan dari Dinas Pertanian sebesar 540.700 ton. Selain itu, terang dia, Pupuk Kujang Cikampek juga telah menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 28.650 ton dan pupuk organik sebanyak 8.995  ton.

“Dengan adanya kepastian jumlah stok pupuk ini, kami berharap tidak ada lagi keluhan dari para petani yang mengaku kesulitan dalam mendapat pupuk di lapangan, “tandasnya.

Ditegaskan dia, berdasarkan hasil pertemuan saat rapat koordinasi Tim Pemasaran Bersama (TPB) yang digelare di setiap Kabupaten yang ada di Jawa Barat, bahwa musim penghujan diprediksi akan tiba pada akhir September 2017, Sehingga menurut dia, sambil menunggu musim penghujan datang  para petani bisa mengolah lahannya untuk tanaman palawija.

“Pengolahan tanah di wilayah Kabupaten Karawang saat ini baru mencapai 20 persen, dan itu baru hanya pada golongan I dan golongan II, sementara di wilayah Pantura Karawang aktivitas pengolahan tanah belum dimulai, “tandasnya.

Ade menghimbau kepada para petani di Kabupaten Karawang untuk bergabung dengan kelompok tani dan terdaftar di Dinas Pertanian setempat, sehingga alokasi kebutuhan pupuk dapat sesuai dengan jumlah kebutuhan sebenarnya.

“Jika terdapat penyaluran pupuk yang tidak sesuai dengan peruntukannya silahkan melapor kepada pihak Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) di wilayah masing-masing, “tutupnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

PT. Pindo Deli Dituding Serobot Puluhan Hektar Tanah Milik Warga Kecamatan Ciampel

Oleh: Hilman Tamimi KARAWANG – Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Kabupaten Karawang, Dadi Mulyadi, …