Minggu, September 24th, 2017

PBNU Sarankan Jokowi Tarik Dubes RI di Myanmar Jika Suu Kyi Tidak Serius Tangani Konflik

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj bersama Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, berdiskusi intensif dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, pada Selasa (5/09/2017) kemarin.

Pertemuan terbatas ini digelar dalam rangka menyikapi konflik etnis muslim di Rohingnya serta dampaknya bagi Indonesia. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa konflik di Rohingnya bukan konflik agama.

“Kita harus menyikapi secara jernih apa yang terjadi di Rohingnya, Myanmar. Umat Islam memang banyak yang menjadi korban, kita turut bersedih. Namun, jangan sampai hal itu ditarik menjadi konflik antar agama, tidak betul itu. Umat muslim di Indonesia jangan terprovokasi, “kata Said Aqil Siroj, seperti dilansir arrahmah.co.id.

Dalam pertemuan itu, Said Aqil Siroj menyampaikan kepada Presiden Jokowi tentang pentingnya membantu perdamaian di Rohingnya. Nahdlatul Ulama, ikut andil dalam inisiasi perdamaian, dengan peran serta lembaga-lembaga di bawah naungan NU.

Sementara, Ketua Umum Pencak Silat Pagar Nusa, M. Nabil Haroen berharap, Indonesia bisa lebih tegas dan cepat dalam menyikapi kasus Rohingnya.

“Kita harus membantu muslim Rohingya demi kemanusiaan. Apa yang terjadi disana sangat biadab, apalagi yang tampak seolah-olah konflik antara umat Muslim dan umat Budha. Ini harus dicegah,  pemerintah Myanmar perlu bergerak cepat. Kalau tidak ada keseriusan dari pemerintah Myanmar, Indonesia harus menarik Duta Besarnya yang ada di Myanmar, “tegas Nabil.

Pagar Nusa menyayangkan beredarnya provokasi dan kebencian yang menunggangi isu konflik Rohingnya.

“Provokasi dengan rencana demonstrasi di Candi Borobudur, Magelang, itu salah arah. Tidak semua umat Budha itu bersalah dalam kasus Rohingnya, pelaku hanya oknum tertentu, kita tidak bisa menggeneralisasi. Pagar Nusa siap mengantisipasi demonstrasi, agar tidak menjadi konflik antar agama di Indonesia. Apalagi sampai merusak Candi Borobudur sebagai warisan peradaban Nusantara, “ungkapnya.

Secara cepat dan tepat, Pagar Nusa langsung mensiagakan barisan pendekarnya di berbagai daerah, untuk berkoordinasi dengan Polri dan TNI, dalam rangka meredam konflik serta menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya effect dari kasus konflik Rohingnya. (red)

About admin

Check Also

Unjuk Rasa di Kedubes Myanmar Ricuh

JAKARTA – Aksi solidaritas untuk muslim Rohingya yang digelar di depan Kedutaan Besar Myanmar, Rabu …

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.