LSM GSMB Akan Kawal Kasus Penyerobotan Tanah Bengkok Milik Desa Batujaya

Oleh: Dadang Aripudin

KARAWANG – Akibat tanah bengkok milik Pemerintahan Desa diserobot oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris, seorang Kepala Desa di Kecamatan Batujaya, mendatangi Kantor LSM Gerakan Solidaritas Masyarakat Bersatu (GSMB) Kabupaten Karawang, Jumat (31/8/17).

Saka, Kepala Desa Batujaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang menyatakan, tanah yang kini ditempati sebagai pasar Batujaya itu adalah tanah bengkok milik Pemerintahan Desa Batujaya yang keberadaannya lebih dari 50 tahun dan telah ditempati oleh para pedagang pasar setempat secara turun temurun.

Tanah bengkok milik Desa Batujaya kini dipasangi plang oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris

Saka mengaku heran dengan orang yang mengaku sebagai ahli waris tanah tersebut, karena baru muncul setelah dirinya terpilih dan menjabat sebagai Kepala Desa Batujaya.

“Kenapa orang yang mengaku sebagai ahli waris ini muncul saat saya menjabat sebagai Kepala Desa. Harusnya kalau mau mengaku sebagai ahli waris, klaim itu muncul sejak dulu, jauh sejak saya belum menjadi Kepala Desa. Saya yakin tanah ini adalah tanah aset milik Desa Batujaya, “kata Saka, saat menyerahkan bukti penyerobotan tanah aset milik Desa Batujaya kepada Ketua LSM GSMB Karawang, Jumat (31/8/17).

Saka menyerahkan kuasanya secara tertulis kepada Ketua LSM GSMB Karawang untuk menyelesaikan kasus penyerobotan tanah bengkok milik Desa Batujaya oleh oknum yang mengaku sebagai ahli waris dan berharap agar penyerobotan tanah tersebut bisa segera diselesaikan.

“Saya telah kuasakan sepenuhnya kepada ketua umum LSM GSMB Karawang untuk penyelesaiannya, “tegas Saka.

Sementara, Ketua Umum LSM GSMB Kabupaten Karawang meminta kepada keluarga yang mengaku sebagai ahli waris untuk segera berhenti bersandiwara, karena tanah yang diserobotnya adalah tanah murni milik Desa Batujaya.

“Kami sangat menyesalkan tindakan oknum yang telah memasang plang dan mengaku-ngaku sebagai ahli waris. Kami meminta agar orang yang mengaku sebagai ahli waris itu segera mencabut plang yang telah dipatok, karena mereka tidak memiliki bukti kepemilikan yang sah atas tanah tersebut, “kata Arjun, ketua umum LSM GSMB Karawang saat berbincang dengan tintabiru.com.

Arjun menambahkan, jika permainan sandiwara yang diperankan oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris tanah itu tidak segera dihentikan, maka LSM GSMB Karawang akan membawa kasus tersebut ke meja hukum.

“Orang yang mengaku sebagai ahli waris itu harus memahami bahwa legalitas tanah milik Desa Batujaya ini sudah sangat sah, karena telah inkrah melalui putusan PTUN Provinsi Jawa Barat, “jelasnya.

Arjun menyatakan, tindakan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai ahli waris dengan melakukan penyerobotan dan memasang plang diatas tanah tersebut merupakan tindakan pidana.

“Oknumnya harus bertanggung jawab dan harus menanggung resikonya, apalagi dia telah menempatkan beberapa orang preman di lokasi tanah itu, jelas ini adalah upaya melawan hukum, “ungkapnya.

LSM GSMB ungkap Arjun, telah mengantongi bukti-bukti yang diduga telah dipalsukan oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris ,dan akan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Kepolisian.

“Secepatnya kami akan menyerahkan kasusnya kepada pihak Kepolisian agar nanti terungkap siapa dalang di balik rencana busuk ini, “tandas dia.

Arjun juga meminta kepada para preman bayaran untuk segera hengkang dari lokasi tanah dimaksud agar masyarakat di Desa Batujaya tidak semakin resah oleh ulah mereka.

“Kami meminta agar para preman bayaran segera hengkang dari lokasi tanah yang diserobot oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris, karena LSM GSMB akan siap mengawal kebenaran kasus ini hingga tuntas. Jangan sampai para preman bayaran itu ikut-ikutan menjadi tersangka pelaku penyerobotan tanah, “demikian dikatan Arjun, ketua umum LSM GSMB Karawang. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Tanah Bengkok Desa Batujaya Bersertifikat Ganda, Ketua LSM GSMB: “Ada Oknum Masuk Angin”

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG – Banyaknya oknum yang menunggangi proses sengketa tanah bengkok milik Desa …