Senin, Desember 17th, 2018

Karawang Monitoring Group Akan Laporkan Jaksa Nakal ke Kejagung

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Ketua Karawang Monitoring Group (KMG) Drs. Imron Rosadi mengaku kecewa terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Karawang yang dinilai telah melukai masyarakat Kabupaten Karawang dalam penanganan sejumlah kasus.

Imron Rosadi menyatakan telah mengantongi sejumlah bukti untuk bahan laporan ke Jaksa Agung Muda Pengawas (JAMWAS) dengan tujuan agar sejumlah kasus yang masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang dituntaskan.

Ketua Karawang Monitoring Group (Imron Rosadi)

“Kasus yang akan kami bawa ke Kejaksaan Agung salah satunya adalah kasus pungli di SMKN 1 Rawamerta tahun 2016 lalu yang hingga saat ini penanganannya mandeg. Ironisnya Kepala Kejaksaan Negeri Karawang bukannya menindak pihak sekolah yang diduga melakukan pungutan liar, namun justru malah melayangkan surat rekomendasi kepada Bupati Karawang. Padahal kasus pungli itu telah diakui Kasi Intel Sabrul Iman. SH. MH dengan menyatakan telah terjadi pungutan liar di sekolah tersebut dengan besaran masing-masing: kelas  X Rp3 juta, dan kelas XI serta kelas XII Rp2,5 juta, ”kata Ketua KMG saat berbincang dengan tintabiru.com, Kamis (30/8/17).

Dikatakan Imron, dalam surat rekomendasi tersebut diterangkan kebutuhan siswa-siswi pertahun Rp4.819.200, sementara bantuan dari pemerintah untuk satu orang siwa-siswi pertahunnya hanya Rp2.950.000.  Artinya, kekurangan bagi setiap siswa-siswi hanya Rp1.869.200, sehingga selebihnya adalah pungli.

Imron mempertanyakan kenapa Kejari Karawang harus memberikan toleransi, sehingga pungutan di sekolah kian merajalela. Dirinya juga menegaskan, bukan hanya kasus pungli di lingkungan pendidikan saja Kejari Karawang diduga masuk angin, namun menurutnya, kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) tiga orang pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) beberapa minggu lalu, Kejari Karawang juga telah masuk angin.

“Jika terjadi OTT  berarti ada barang bukti dong, tapi kenapa pihak Kejaksaan Negeri Karawang melepaskan pelaku yang terjaring OTT, sehingga kasus ini menimbulkan reaksi keras dari banyak pihak, “tanya Imron keheranan.

Selain menyoroti dua kasus pungli yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Karawang, Ketua KMG juga menyoroti kehadiran Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri Karawang.

Menurut dia, kehadiran Tim TP4D sempat membuat shock dan terperangah berbagai pemangku kepentingan yang sudah terbiasa melakukan “PATGULIPAT”anggaran secara berjamaah, khususnya yang berkaitan dengan proyek pemerintah.

“Sebagai lembaga penegak hukum yang kini sedang gencar melakukan sosialisasi ke berbagai pemangku kekuasaan mulai dari Desa sampai ke tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), apa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Karawang  mendapat reaksi beragam dari masyarakat. Banyak masyarakat yang memberikan dukungan namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan gebrakannya, ”papar Imron. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Belum Lunasi Pembayaran Siswi SMAN I Rengasdengklok Terancam Tak Bisa Ikut UN

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang siswi kelas XII SMAN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang …