Jumat, Oktober 19th, 2018

Ini Pernyataan Kades dan Ketua Panitia “Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing” yang Tutup Akses Jalan Penghubung Karawang-Purwakarta

Oleh: Dadang Aripudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Terkait perizinan ditutupnya akses jalan umum alternatif penghubung antara Kabupaten Karawang dengan Purwakarta akibat digelarnya acara Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing, Kepala Desa Kamojing Charim menyatakan, ijin penutupan akses jalan tersebut telah dibahas dalam rapat yang digelar bersama dengan perwakilan pihak PJT II Tarum Timur Situ Kamojing.

“Selaku Kepala Desa Kamojing, kami mohon maaf kepada warga Cikampek dan Purwakarta yang merasa terganggu atas ditutupnya akses jalan alternatif  ini akibat digelarnya acara Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing. Acara ini digelar oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) beserta Karang Taruna Kamojing, “kata Charim saat ditemui tintabiru.com, di rumahnya, Sabtu (26/8/17).

Dikatakan dia, pelaksanaan acara Gebyar Gubyag Danau Situ Kamojing diselenggarakan oleh Bumdes setempat sementara pihak Pemerintahan Desa hanya sekadar mengetahui kegiatan tersebut.

“Masalah perizinan telah kami bahas dan telah kami urus secara bersama dengan unsur Muspika Cikampek serta pihak PJT II Tarum Timur Situ Kamojing, “tuturnya.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Cikampek, Kompol Dony Satria Wicaksono menyatakan, panitia Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing telah mengantongi ijin penyelenggaraan keramaian dan ijin ditutupnya akses jalan.

“Masalah ijin acara Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing memang ada, namun hanya ijin acara Gubyag saja. Adapun terkait ditutupnya akses jalan, silahkan konfirmasi ke Pak Camat dan Kepala Desa, “kata Dony melalui pesan singkat.

Di tempat terpisah, Ketua panitia acara Gebyar Gubyag danau Situ Kamojing sekaligus ketua BUMDes Desa Kamojing, Suhada, mengatakan, acara yang digelarnya merupakan acara agenda tahunan.

Suhada juga menjelaskan mengenai banyaknya biaya yang dipungut pihak panitia pada acara Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing.

“Biaya parkir Rp5000 , biaya masuk Rp5000, biaya pendaftaran mancing Rp150 ribu, Jala Rp200 ribu, selodok Rp150 ribu, Anco Rp75 ribu, Serok lambit Rp50 ribu. Pertanyaannya kenapa kami memungut biaya sebesar itu, karena estimasi biaya untuk acara ini adalah sebesar Rp154 juta dan kami pun menyediakan doorprize dengan 2 unit sepeda motor, kulkas, televisi dan acara hiburan lainnya. Uang yang kami dapatkan nantinya akan menjadi pendapatan BUMDes serta akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD), “kata Suhada.

Saat disinggung mengenai bantuan 1 ton ikan yang diberikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, namun acara Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing itu kemudian dikomersilkan, Suhada hanya mengatakan jika acara yang digelarnya adalah dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72.

“Jika acara Gubyak ini dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72, kenapa mesti dikomersilkan, lalu bagaimana dengan sumbangan 1 ton ikan dari Kang Dedi Mulyadi, kok masih dipungut biaya juga, ditambah lagi kenapa harus menutup akses jalan alternatif, “tanya Rega (28) warga asal Cikampek, keheranan.

Saat dihubungi via celluler, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menyatakan, mengenai bantuan 1 ton ikan, dirinya hanya sebatas memberikan bantuan.

“Saya hanya menyumbang dan membantu saja, masalah adanya pungutan saya tidak tahu dan itu bukan menjadi urusan saya, “ungkap pria yang akrab disapa Kang dedi itu.

Kang Dedi pun belum bisa memastikan kehadiran dirinya pada puncak acara Gebyar Gubyak Danau Situ Kamojing yang akan digelar pada Minggu (27/8/17).

“Saya belum bisa memastikan bahwa saya akan bisa hadir, karena saat ini saya masih di Jakarta, “tutupnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

60 Kali Bobol Rumah, Penjahat Asal Cibungur Karawang Wetan ini Meregang Nyawa Diterjang Timah Panas Polisi

Oleh: Riady Hidayat KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang penjahat asal Kampung Cibungur Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan …