Income Parkir Capai Jutaan Rupiah Per Hari, Orang Tua Murid: SMKN1 Rengasdengklok Tidak Transfaran!!

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM  – Masyarakat sekitar yang berada di lingkungan SMKN 1 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mempertanyakan pengelolaan dan penggunaan anggaran SMKN1 Rengasdengklok yang terkesan tertutup.

Tertutupnya pihak SMKN1 Rengasdengklok terhadap anggaran yang dikelolannya terlihat saat  pihak sekolah mengulur waktu pelaksanaan audiensi yang rencananya digelar antara Masyarakat sekitar, orang tua wali murid, komite sekolah dan pihak SMKN1 Rengasdengklok.

“Sudah 3 minggu kami menunggu untuk bisa berkomunikasi terkait penggunaan anggaran yang masuk ke sekolah, termasuk proses pembangunan lahan parkir, namun hingga saat ini pihak SMKN1 Rengasdengklok selalu mengulur-ulur  waktu. Selaku warga sekitar dan selaku orang tua murid kami perlu penjelasan dari pihak sekolah, “kata H. Toni Damanik, tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat di sekitar SMKN1 Rengasdengklok menilai, pentingnya  audiensi digelar karena selama ini anggaran yang masuk ke kas sekolah dinilai lebih dari cukup untuk biaya operasional. Namun pada kenyataannya, pihak sekolah malah membebankan pungutan dan sumbangan kepada para wali murid.

“Sebetulnya apa sih yang ditakutkan pihak SMKN1 Rengasdengklok ? sehingga pihak sekolah selalu mengulur-ulur waktu. Kami selaku masyarakat sekitar bersama dengan Karang Taruna ingin mempertanyakan itu saja, lain tidak. Jika memang tidak ada masalah dengan pengelolaan keuangan, harusnya pihak SMKN1 Rengasdengklok cepat dalam menanggapinya, “imbuh Damanik

Dijelaskan dia, selama penggunaan anggaran ditempatkan pada postnya, selaku wali murid tentunya dia mendukung setiap langkah yang dilakukan pihak sekolah, termasuk pungutan yang nilainya mencapai jutaan rupiah bagi setiap muridnya.  Tetapi, lanjut dia, hal itu harus diimbangi dengan pengelolaan manjemen sekolah yang benar, salah satunya adalah transfaransi dalam pengelolaan keuangan kepada wali murid.

“Jangan hanya bisa melakukanpengumpulan dana, sementara penggunaannya tidak transfaran. Audiensi yang kami minta adalah soal penjelasan laporan keuangan tahun 2016/2017. Sebab kami mendengar informasi  bahwa pihak sekolah masih belum membayar  gaji tenaga honorer  selama 3 bulan,  sekaligus  juga menanyakan tentang rencana anggaran kegiatan sekolah untuk tahun 2017, “terangnya.

Yang lebih penting lagi menurut dia, pihaknya akan mempertanyakan keputusan pihak sekolah yang  berani meminjam uang hingga Rp 400 juta kepada salah satu komite sekolah untuk pengurugan lahan parkir kendaraan.
“Kami juga ingin mengetahui alasan peminjaman uang tersebut, apakah peminjaman itu telah mendapat restu dari Dinas Pendidikan ? Karena sepengetahuan kami, para wali murid tidak pernah dilibatkan secara langsung mengenai rencana pembangunan lahan parkir tersebut, “ucap dia.

Toni Damanik mencurigai adanya rekayasa yang dilakukan antara pihak SMKN1 Rengasdengklok dengan Komite Sekolah. Menurut dia, biaya pengurugan dan pengerasan lahan parkir yang mencapai hingga Rp 400 juta dinilainya terlalu besar.  Sehingga masalah tersebut banyak menuai pertanyaan dari para wali murid termasuk dirinya.

“Kami terkejut dengan besarnya biaya pengurugan lahan parkir senilai Rp 400 juta,  padahal pengerjaannya hanya pengurugan dan pengerasan saja. Sementara, setiap harinya pihak sekolah bisa mendapatkan uang jutaan rupiah yang dihasilkan dari biaya parkir siswa, jelas permasalahan ini harus diungkap, “tegasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: