Selasa, September 25th, 2018

4 Tahun Bekerja di Malaysia, Remaja Asal Bungursari Purwakarta Hilang Tanpa Berita

Oleh: Dadang Aripudin

PURWAKARTA, TINTABIRU.COM  – Pasangan Latip dan Ening , warga Dusun Krajan RT. 03 RW. 01 Desa Cibungur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dilanda kebingungan, Pasalnya, putera bungsu mereka yang bernama Enda (21) telah 4 tahun menjadi TKI di negeri Jiran Malaysia, namun hingga kini tidak ada kabar dan beritanya.

Menurut Latip (59), sejak meninggalkan kampung halamannya pada tahun 2013 silam, Enda yang bekerja sebagai TKI di Kuala Lumpur Malaysia, baru sekali memberi kabar kepada kedua orang tuanya, saat dia baru 3 bulan berada di negeri Malaysia. Namun setelah itu tidak diketahui keberadaannya hingga sekarang.

“Anak saya berangkat menjadi TKI ke Malaysia sekitar tahun 2013, saat dia berusia 17 tahun, “kata Latip, yang menjabat sebagai anggota Linmas di Desa Cibungur, Kecamatan Bungursari.

Latip tidak mengetahui secara persis PJTKI mana yang memberangkatkan puteranya itu. Namun menurut pengakuan Ening (Isteri Latip), di negeri jiran, Enda bekerja pada restaurant Jal Putra Off, yang berada di Jalan Raja Laut, Kuala Lumpur, Malaysia.

Keberadaan Enda (21) Remaja asal Desa Cibungur Kecamatan Bungursari Purwakarta hingga kini belum diketahui

“Saat memberi kabar, Enda menginformasikan jika dirinya bekerja di restauran Jal Putra Off yang berada di Jalan Raja Laut, Kuala Lumpur, Malaysia, “ucap Ening saat berbincang dengan tintabiru.com, Jumat (11/8/17 ).

Dikatakan dia, kepergian Enda ke Malaysia karena diajak serta saudaranya yang bernama Eha (30) warga Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Karena Eha telah bersuamikan warga negara Malaysia, sementara kedua orang tuanya yang berada di Cikampek Karawang telah meninggal dunia, sehingga  Eha pun tidak pernah pulang ke kampung halamannnya.

Eha, Warga asal Desa Kamojing Cikampek, yang mengajak Enda menjadi TKI di Malaysia

“Eha juga tidak pernah pulang ke kampung halamannya, mungkin karena kedua orang tuanya telah tiada, sementara menurut informasi Eha telah menikah dengan warga negara Malaysia, “tutur Entin.

Hingga kini, Latip dan Entin masih terus berusaha mencari kabar keberadaan puteranya, meski keduanya tidak tahu harus kemana agar puteranya bungsunya itu bisa segera kembali ke tanah air.

“Saya dan suami sudah kesana kemari mencari informasi mengenai keberadaan Enda. Saya menginginkan  Enda bisa segera kembali pulang ke kampung halaman, “tandas Entin sambil meneteskan air matanya.

Entin berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta bisa membantunya agar bisa membawa pulang kembali putera bungsunya itu.

“Saya berharap, melalui Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Enda yang telah lama tidak pulang ke kampung halaman bisa dicari keberadaannya sehingga bisa dibawa pulang kembali kesini, “harap Entin. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Belum Lunasi Pembayaran Siswi SMAN I Rengasdengklok Terancam Tak Bisa Ikut UN

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang siswi kelas XII SMAN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang …