Rabu, September 26th, 2018

Sekolah di Karawang Masih Pungut Bayaran, Deden Darmansyah: “Ini Bertentangan Dengan Program Jokowi”

Oleh: Dadang Aripudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Darmansyah menginginkan terealisasinya Pendidikan gratis bagi masyarakat Jawa Barat bisa segera diwujudkan. Hal itu diungkapkan dia saat dihubungi tintabiru.com, Kamis (10/8/17).

Menurutnya, dua program pendidikan yang sangat mendukung dari pemerintah pusat dan provinsi bisa menjadi acuan penting bagi terlaksananya pendidikan gratis di Jawa Barat.

Yang pertama kata dia, program dari Presiden Joko Widodo yang mencanangkan wajib belajar 12 tahun dan kedua adalah janji dari Gubernur Ahmad Heryawan untuk pendidikan gratis mulai dari SD sampai SMA atau SMK.

“Korelasinya sangat kuat, bagaimana caranya menyukseskan wajib belajar 12 tahun, saya masih ingat betul dengan janji Gubernur Aher ketika itu,  “kata Deden.

Mantan anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, pendidikan gratis bagi anak sekolah bisa dikaitkan dalam upaya meningkatkan angka partisipasi murni untuk pendidikan menengah, terutama tingkat SMA atau SMK.

“Ini sangat berkaitan dengan program wajib belajar 12 tahun, sehingga program tersebut bisa tercapai, “jelas Deden.

Deden mengungkapkan ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk bisa mewujudkan pendidikan gratis, yakni dengan cara menambah alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) baik dari pusat maupun provinsi.

Deden menyatakan, anggaran alokasi BOS dari Pusat dan Provinsi diusulkan naik menjadi Rp 1,5 juta per tahun untuk masing-masing siswa sekolah. Jika hal itu terlaksana,  kata dia, maka standar pembiayaan minimal tanpa tambahan pungutan bulanan akan bisa tercapai.

“Jadi potensi gratisnya ada. Tapi kalau kemudian malah mengabaikan mutu pendidikan maka tidak bisa dipaksakan gratis, “ungkapnya.

Deden mencontohkan masih banyaknya sekolah di kabupaten Karawang yang masih memungut biaya dengan dalih hasil rapat antara Komite sekolah bersama dengan orang tua siswa.

Meski besarannya variatif, ungkap Deden,  masih banyak sekolah yang masih memungut SPP dengan besaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per bulan.

Tak hanya itu,  jelas dia, saat memasuki tahun ajaran baru, pihak sekolah malah justru menaikkan harga pakaian seragam sekolah dan kebutuhan sekolah lainnya dengan mematok harga antara Rp 2,5 juta hingga 2,7 juta per siswa baru.

“Saya menyesalkan hal itu, karena biaya pendidikan sudah di cover melalui Bantuan Operasional Perawatan Fasilitas (BOPF)  yang di anggarkan dari APBD Kabupaten Karawang. Tetapi yang terjadi sekarang malah lebih parah saat keberadaan SMA/SMK di ambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akibatnya kwalitas pelayanan pendidikan di tingkat SLTA menurun, karena pengambil alihan SLTA oleh pemerintah Provinsi seperti kembali ke jaman Orde Baru, “tegasnya.

Deden menambahkan, dirinya akan menagih janji Gubernur Jawa Barat yang akan menggratiskan wajib belajar 12 tahun mulai dari SD, SMP, SMA atau SMK. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Oknum Guru SDN Cikampek Barat IV Diduga Menjadi Aktor di Belakang Layar Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan Jurnalis Media Online

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Salah seorang oknum guru di SDN Cikampek Barat IV diduga …