Moncong Putih dan Beringin Gelar Pertemuan Bahas Pilgub Jabar 2018

Oleh: Dadang Aripudin

BANDUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Indonesia Perjuangan (PDIP)  bersama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar), Rabu (9/8/17) menggelar pertemuan di Kantor DPD PDIP Jawa Barat, Jalan Pejuang 45, Kota Bandung.

Pertemuan kedua pengurus partai tersebut digelar dalam rangka memantapkan skema koalisi jelang Pilgub Jabar 2018 dan pilkada serentak.

Kesamaan platform menjadi alasan kuat kedua partai pendukung pemerintah tersebut untuk menjalin koalisi, basis value nasionalisme dan kekaryaan dianggap menjadi solusi atas permasalahan yang tengah mendera publik Jawa Barat.

“Kami menyebut ini pertemuan kebangsaan, atas dasar kesamaan visi pelayanan kepada rakyat, Wa Bil Khusus publik Jawa Barat, platform kami sama, nasionalis religius, maka dari pertemuan tadi kami bicarakan entry point apa saja yang bisa kita lakukan untuk rakyat, “kata Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanudin.

Terkait pemilihan Gubernur Jawa Barat yang akan digelar pada Juni 2018 mendatang, pria yang akrab disapa Kang TB itu secara tegas menyatakan bahwa sesuai dengan arahan DPP PDIP pihaknya sudah diminta untuk mencari mitra koalisi. Arahan tersebut juga menyebutkan, Partai Golkar sebagai mitra khusus yang harus bekerja sama dengan PDI Perjuangan.

“Ya, sesuai arahan DPP PDIP kami diminta untuk mencari mitra koalisi, Wa Bil Khusus dengan Partai Golkar, kami tidak mempermasalahkan Gubernur (Nomor 1) atau Wakil Gubernur (Nomor 2), karena yang terpenting itu adalah pengabdian kami untuk rakyat Jawa Barat, “ujar TB Hasanudin menambahkan.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi yang datang dengan mengenakan batik nuansa kuning dan peci hitam mengatakan bahwa konstruksi pembangunan di Jawa Barat tidak boleh dimulai dari nama per nama. Akan tetapi menurutnya, harus dimulai dari kesamaan visi dan narasi program.

“Kesamaan visi ini nanti pada tatanan program harus membawa implikasi positif bagi masyarakat Jawa Barat berupa ketahanan pangan, ketahanan culture dan ketahanan ekonomi sehingga sifat pembangunan itu tidak saling mengalahkan melainkan saling melengkapi secara utuh dan holistik, “tegas Kang Dedi.

Meski kedua partai ini telah bulat membangun koalisi untuk Pilkada Jawa Barat dan Pilkada Kabupaten atau Kota, namun masing-masing tidak menutup pintu bagi kemungkinan bergabungnya partai lain.

Adapun nama-nama yang akan bertarung dalam Pilkada serentak 2018, akan diputuskan pada bulan Desember 2017, akhir tahun ini. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

PDIP Diminta Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018

Oleh: Dadang Aripudin Purwakarta – Peneliti bidang politik Jaringan Kerja Sama Nusantara (Jarkanus) Andi Khairul …